Dinkes Kabupaten Mamasa Memulangkan Pekerja Cafe Yang Reaktif Rapid Test Covid-19

INFOSULBAR.COM—Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa memulangkan seorang pekerja cafe yang dinyatakan reaktif rapid test setelah yang bersangkutan dicegat di posko perbatasan Pasapa Messawa saat hendak memasuki wilayah Mamasa dini hari pukul 02.45 wita, 22 Juni 2020.

Berdasarkan keterangan Ketua TRC Kabupaten Mamasa, Amos Pampabone, SKM.,M.Kes., pekerja cafe yang reaktif rapid test terpaksa dipulangkan karena yang bersangkutan tidak ber KTP Mamasa. Yang bersangkutan disebut beralamat di Binanga Mamuju sesuai KTPnya tetapi datang dari Makassar bersama seorang temannya dengan menggunakan kendaraan umum.

“Karena reaktif saat rapid test di Pasapa Messawa maka pekerja cafe tersebut kita pulangkan karena tidak ber KTP Mamasa. Yang bersangkutan diantar pulang kembali oleh sopir angkutan umum yang memuatnya” terang Amos Pampabone saat dikonfirmasi pada pukul 04.00 wita dini hari (22/6).

Dikatakannya, yang bersangkutan diwajibkan untuk melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat di daerah tempatnya dipulangkan.

Sehubungan dengan kejadian ini dan demi menjaga Mamasa dari Covid-19, Ketua TRC Dinkes Kabupaten Mamasa menghimbau kepada seluruh sopir angkutan umum baik rute jauh maupun rute pendek seperti rute Polewali-Mamasa agar selektif mengambil calon penumpang yang akan dimuatnya.

Amos Pampabone juga meminta kepada petugas Satpol PP dan Kepolisian Polres Mamasa untuk melakukan rapid test wajib kepada semua pekerja cafe di Mamasa karena adanya laporan banyak pekerja cafe yang tidak terdata di posko TRC.

Masih dikesempatan yang sama, Amos Pampabone menjelaskan bahwa pihaknya hari ini (22/6) akan mengirim 6 specimen SWAB ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulbar untuk dilakukan Tes Cepat Molokuler (TCM) Covid-19 dari 6 warga ber KTP Mamasa yang rapid testnya reaktif saat dilakukan screening saat memasuki wilayah Mamasa.

“Ada 6 warga ber KTP Mamasa yang rapid testnya reaktif. Specimen SWABnya sudah diambil dan akan dikirim ke Balai Lab Kesehatan Sulbar untuk dilakukan TCM. Keenam warga Mamasa tersebut sudah diisolasi khusus difasilitas daerah” tutur Amos Pampabone.

Dari keenam warga yang reaktif rapid test tersebut 1 orang masuk Mamasa lewat posko Tabang dan 5 orang lainnya masuk ke Mamasa lewat posko Pasapa Messawa.

Sumber:MDB