19
Tue, Dec
16 New Articles

PMII Mamuju Demo Polda Sulbar, Ini Tuntutannya

Hukum
Typography
INFOSULBAR.COM, Mamuju — Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sulbar, Senin (18/8/17).
 
Mereka menuntut beberapa hal terkait sejumlah kasus yang dianggap belum diselesaikan, agar segera dituntaskan oleh Kepolisian Daerah (Polda Sulbar).
 
Ada 5 poin tuntutan pendemo, di antaranya:

1. Tuntaskan kasus korupsi di Sulbar
2. Tuntaskan konflik Agraria
3. Sapu bersih penyalahguna Narkoba
4. Lakukan tes urin di jajaran kepolisian daerah Sulbar secara transparan
5. Hentikan tindakan arogansi aparat kepolisian terhadap mahasiswa dan wartawan.
 
Dalam orasinya, Ketua PMII Cabang Mamuju Wais Walkorni menegaskan, bahwa sejumlah kasus yang ditangani Kapolda Sulbar sebelumnya belum dapat dituntaskan dengan baik. 
 
"Olehnya, kepada Bapak Kapolda Sulbar yang baru dapat menuntaskan kasus yang kami tuntut hari ini. Sebab, kami menganggap Kapolda Sulbar yang lama tidak menyelesaikan kasus," tegasnya.

Kata Wais, misalnya penuntasan dugaan kasus korupsi Alat Peraga Kampanye (APK) di KPU Sulbar, dimana sebelumnya Kapolda Sulbar yang lama telah berjanji kepada PMII melalui pertemuan resmi untuk menuntaskan kasus tersebut.
 
Kasus lain, tambah Wais, terkait konflik Agraria di Matra dan Mateng. 
 
"Kami meminta agar diselesaikan secepatnya. Perlu dipahami bahwa di Matra ada tanah warga diserobot oleh perusahaan dan ada dugaan aparat membeking perusahaan," ucapnya.

Kemudian, lanjut Wais, terkait kasus penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Sulbar.
 
"Sulbar berada diperingkat 16, tentu ini merupakan rangking terburuk di Indonesia. Sehingga Kapolda Sulbar yang baru harus menuntaskan ini termasuk harus melakukan tes urin kepada anggota kepolisian secara transparan di hadapan media," katanya.

Terakhir, menurut Mahasiswa semester akhir di Fakultas Sosial Ilmu Politik Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju ini, adalah kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP, lalu kasus kekerasan terhadap mahasiswa dan wartawan.
 
"Kemudian soal pelecehan seksual yang ditangani oleh Polres Mamuju yang tak kunjung tuntas. Olehnya Kapolres Mamuju yang baru juga harus segera menyelesaikan dengan cepat. Kami menganggap sebelumnya gagal menyelsaikan kasus ini," ujarnya.
 
"Selanjutnya, beberapa waktu yang lalu rekan kami mahasiswa dokeroyok oleh oknum aparat sebanyak 9 orang. Kemudian ada wartawan menjadi korban arogansi aparat. Olehnya kami meminta agar arogansi ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS