23
Sat, Sep
12 New Articles

Kapolsek Tapalang Dianggap Biarkan Peredaran Pil Koplo

Hukum
Typography
INFOSULBAR.COM, Mamuju — Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tapalang, AKP Adryan, ditengarai telah melakukan pembiaran atas peredaran gelap obat psikotropika, di wilayah kerjanya. 

Dugaan itu mencuat setelah warga setempat, Muklis, memergoki seorang oknum pelaku pengedar obat daftar G, lalu ditangkap dan diserahkan ke Polsek Tapalang bersama barang bukti berupa lima paket pil bojek masing-masing berisi lima butir. 
 
Namun, Kapolsek AKP Adryan, kemudian membebaskan pelaku tersebut bahkan memberikan kembali barang buktinya.

"Waktu di Polsek, pelaku mengaku masih ada barang di rumahnya. Kemudian polisi menyuruhnya mengambil barang tersebut. Pelaku datang membawa sekira 50 butir pil bojek," ujar Muklis, Minggu (10/09/17) kemarin.

Penangkapan itu terjadi pada hari Jumat 28 Juli. Muklis mengaku, bersama sejumlah warga termasuk Kepala Lingkungan Dayanginna dan Dayanggina Selatan, menghadapkan pelaku ke Mapolsek Tapalang. 
 
Dihadapan Kapolsek, pelaku mengaku bahwa besoknya (29 Juli), dia akan melakukan transaksi besar. Polisi membebeskannya dengan alasan akan disergap saat transaksi besar itu.

"Tetapi itu malah dibiarkan sampai tiga hari. Setelah tiga hari, polisi baru mendatangi rumah yang diduga sebagai bandar besar pil koplo. Otomatis sudah tidak menemukan apa-apa di sana," tambahnya.

Senada, warga lainnya, Husni, juga menerangkan bahwa memang ada indikasi pembiaran oleh pihak Polsek Tapalang. Padahal sudah ada pelaku dan barang bukti yang ditemukan.

"Malam tadi (Sabtu malan, 9 September, red) kami mengoinformasikan lagi ke Kapolsek Tapalang, bahwa akan ada transaksi pil koplo lagi. Tapi dia (Kapolsek, red) bilang, jangan dulu terburu-buru, biarkan dulu sampai transaksi mencapai seribu butir, baru kita tangkat," jerlas Husni.

Menurut Husni, hal itu tidak masuk akal mengingat pil koplo sangat berpotensi merusak mental anak. Dia sebagai masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi muda, sangat menyayangkan sikap Kapolsek Tapalang.
 
"Saya terus terang sudah tidak percaya lagi sama Kapolsek Tapalang. Saya kecewa dengan sikapnya yang seolah-olah melakukan pembiaran," tandasnya.

Ketika dikonfrimasi, via telepon, Kapolsek Tapalang, AKP Adryan, tak menampik jika telah melepaskan pelaku yang dimaksud warga. 

"Memang malam itu ada yang dibawa warga ke Polsek, sebagai pelaku pengedar. Dia warga Tapalang juga. Tapi kami lepas dengan alasan akan dibina. Kami juga tanya ke masyarakat apakah dimaafkan, mereka menjawab dimaafkan, jadi kami lepaskan," jelas AKP Adryan.

Namun, lanjut Adryan, pihaknya tetap menidaklanjuti kasus tersebut. Hanya saja, personil Polsek Tapalang, menurutnya masih sangat terbatas sehingga harus bertahap. 
 
"Lagi pula menangani kasus seperti ini harus berlahan-lahan," akunya.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura Mappeare, ketika dikonfrimasi mengaku bakal segera mengkoordinasikan kepada Kabid Provam. Termasuk menghubungi Kapolres Mamuju dan Kasat Reskrim.

"Kalau baket (Bahan Keterangan, red) lengkap, Polda akan langsung ambil alih kasus ini," pungkas AKBP Mashura.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS