19
Tue, Dec
16 New Articles

Kepala BNNP Sulbar: Usia Produktif Jadi Sasaran Utama Peredaran Narkoba

Hukum
Typography
INFOSULBAR.COM, Daerah — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulbar, Brigjen Pol Dedi Sutarya, mengatakan bahwa Sulbar masuk dalam daftar BNN pusat sebagai salah satu daerah darurat narkoba.
 
Hal itu disampaikan Dedi saat menyampaikan pidato di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, yang diselenggarakan di aula lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Sulbar, Kamis (13/7/2017).
 
Di hadapan ratusan orang yang menghadiri kegiatan tersebut, Jenderal Polisi berbintang satu itu mengungkapkan, dari 32 provisni yang ada di Indonesia, Sulbar masuk dalam peringkat 16 sebagai wilayah yang darurat Narkoba.
 
"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, olehnya itu peran masyarakat sangat kami butuhkan untuk menekan angka ini, mengingat Sulbar memiliki luas wilayah yang cukup besar dan berbanding terbalik dengan personil yang dimiliki oleh BNNP dan Polda Sulbar," kata Dedi.
 
"Upaya ini tidak boleh dilakukan dengan setengah-setengah, sehingga kita membuthkan seluruh komponen masyarakat karena pengalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ini akan memperlambat misi pemerintah Sulbar dalam membangun SDA yang berkualitas, berbudaya dan berkepribadian yang baik," terangnya.
 
Ia juga mengungkapakan, sejak tahun 2016 BNNP Sulbar telah berhasil menangkap 18 tersangka dari 10 kasus Narkoba.
 
Dari 10 kasusitu, BNNP Sulbar menyita barang bukti 73 gram narkotika jenis sabu, tiga unit kendaraan roda empat, dan enam unit kendaraan roda dua. 
 
Sementara, sejak tahun 2017 BNNP Sulbar berhasil menangkap delapang orang tersangka dari empat kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan menyita barang bukti berupa 53 gram natkotika jenis sabu, satu unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda dua.
 
Ia juga mengungkapkan, sejak 2017 BNNP Sulbar telah melakukan upaya demand reduction melalui 63 kegiatan yang melibatkan 5.875 personil yang terdiri dari Babinsa, Babinkantibmas, Korps Bhayangkara, Persit Kartika Chandra Kirana, Ormas, Mahasiswa, Pelajar, Pondok Pesantren, Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa.
 
Hingga saat ini, BNNP Sulbar juga telah melakukan rehabilitasi terhadap 188 orang penyalahgunaan dan penyebaran narkotika.
 
Dalam sambutan Kepala BNNP Sulbar juga mengungkap, berdasarkan hasil penelitian BNN Pusat bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2016, mencatat penyalahguna narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,9 persen atau dengan bahasa lain dua dari 100 orang pelajar dan mahasiswa telah menggunakan narkoba.
 
"Ini menandakan bahwa usia produktif di Indonesia menjadi terget utama peredaran gelap narkoba," jelasnya. 
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS