20
Fri, Oct
57 New Articles

Polda Tangkap 2 Polisi Pelaku Money Laundry, 1 Masih DPO

Hukum
Typography
INFOSULBAR.COM, Hukum — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat merilis lima nama tersangka kasus narkoba dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau money laundry, di Aula Mapolda Jl. Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Kamis (13/4/2017).
 
Lima nama tersebut masing-masing berinisial TS, seorang wiraswasta, beralamat di Jl. Jeruk, No. 10, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.
 
Dari tangan TS, polisi menyita barang bukti satu buah sachet shabu dengan berat 0,9 gram. TS dijerat pasal 114 ayat 1, Subs pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara.
 
Kedua, berinisial AA, seorang anggota Polres Mamuju, berpangka Briptu, beralamat BTN Graha Nusa Simboro Blok F No. 10 Mamuju.
 
Dari AA, Polisi menyita barang bukti peralatan lahgun narkoba jenis shabu. AA dijerat pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 131 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara.
 
Selain itu, AA juga dijerat pasal 3 UU RI No. 8 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Dari kasus tersebut Polisi juga menyita satu unit mobil KIA Picanto warna hitam milik AA.
 
Ketiga, berinisial P, masih dalam daftar pencarian orang (DPO). P merupakan seorang anggota Polres Mamuju berpangkat Brigadir Polisi, beralamat di BTN Pantai Indah Simboro Blok B No. 11 Mamuju.
 
Polisi juga menyita peralatan digital/hp. P dijerat pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan, ancaman hukuman minimal 6 (enam) tahun penjara.
 
Selain itu, P juga dijerat pasal 3 UU RI No. 8 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Dari kasus tersebut, polisi menyita sebidang tanah yang terletak di Jl. Pampang IV Lr. IV Kota Makassar, Sulsel.
 
Keempat, IR (Istri P), dari tangannya, Polisi menyita barang bukti surat-surat transaksi keuangan di Bank, IR dan satu unit mobil toyota agya. IR dijerat pasal 137 huruf a Subs pasal 137 huruf b UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 (enam) tahun penjara.
 
Selain itu, IR juga dijerat pasal 3 UU RI No. 8 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucin uang. Dari kasus tersebut, Polisi menyita dua unit rumah masing-masing terletak di Desa Pabettengan, Kecamatan Bonehau, Mamuju. Lalu, Polisi juga menyita satu unit rumah lainnya terletak di BTN Pantai Indah Simboro Blok B No. 11 Mamuju, dan satu unit mobil Honda Jazz warna putih.
 
Kelima, berinisial RS (Kakak Ipar P), seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Jl. Pampang IV Lr. IV Kota Makassar, Sulsel.
 
Dari RS, polisi menyita barang bukti berupa HP dansurat-surat transaksi Bank. RS dijerat pasal 137 huruf a Subs pasal 137 huruf b UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara.
 
Selain itu, RS juga dejerat pasal pasal 3 UU RI No. 8 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Dari kasus tersebut, Polisi juga menyita barang bukti satu unit rumah yang terletak di Jl Pampang IV Lr. IV Kota Makassar, Sulsel, dan satu unit mobil toyota agya warna putih.
 
Rilis kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang didampingi Wakapolda Sulbar, Kombes Pol Tajuddin bersama, Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashurah dan Dir Narkoba Polda Sulbar Kombes Pol Kurniadi.
 
Dir Narkoba Polda Sulbar Kombes Pol Kurniadi mengatakan, dari lima nama yang terjerat kasus narkoba, empat orang tersangka sudah tuntas (P21) dan saat ini dalam tahapan persidangan, sementara satu orang tersangka masih DPO.
 
"Sementara yang kasus tindak pidana pencucian uang, dua orang tersangka IR dan RS, telah menjalani proses penyidikan, dan saat ini berkas perkara sudah sampi di Kejaksaan Negeri Mamuju," kata Kurniadi kepada.
 
Sementara tersangka AA, lanjut Kurniadi, sudah dalam tahapan penyidikan dan pengejaran aset lainnya.
 
"P (Suami IR) masih dalam proses pengejaran polisi," ujar Kurniadi
 
Saat ini Dirkrimsus Polda Sulbar masih melakukan pegembangan atas dua kasus tersebut dan memastikan akan masih ada masyarakat dan anggota Polri lainnya yang terlibat.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS