17
Sun, Dec
20 New Articles

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Sebanyak tujuh kios dan satu bengkel di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, dilalap api, Sabtu (11/11/2017) malam.
 
Kepada wartawan, korban kebakaran Hj Nursam mengaku, kebakaran bermula dari lilin yang jatuh dalam kios milik Ali, yang diakibatkan adanya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN.
 
"Pada saat lilin membakar gorden, istrinya kaget lalu menyenggol botol yang berisikan bensin hingga terjatuh. Sehingga memicu api semakin membesar," kata Hj Nursam.
 
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
 
Menurut keterangan pihak kepolisian, kebakaran itu berlangsung sekitar tiga jam. Api baru berhasil dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran dibantu 50 personel Polres Mamuju dan satu mobil water canon dikerahkan ke lokasi.
 
Selain kios dan bengkel, lima unit sepeda motor yang terparkir di bengkel tersebut juga ikut terbakar.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Puluhan pengurus dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, menggelar demonstrasi di depan Mapolres Mamuju, Kamis (9/11/2017).
 
Unjuk rasa dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMII Cabang Mamuju, Wais Walkorni. Mereka meminta aparat kepolisian untuk tegas dalam melakukan penegakan supremasi hukum di Mamuju.
 
Ada 7 poin tuntutan massa yang disampaikan kali ini antara lain:
1. Mendesak Kapolres segera menuntaskan kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang dilakukan oknum Satpol PP
2. Mendesak Kapolres Mamuju untuk melakukan tes urine di jajaran secara transpara
3. Mendesak Kapolres Mamuju untuk memberantas peredaran narkoba di kabupaten Mamuju
4. Mendesak Kapolres Mamuju untuk transparan dalam pemusnahan barang bukti miras dan narkoba
5. Tuntaskan kasus korupsi di kabupaten Mamuju
6. Mengutuk tindakan premanisme aparat kepolisian terhadap mahasiswa dan masyarakat
7. kapolres Mamuju harus serius menangani kasus begal (Pencurian dan kekerasan).
 
Koordinator lapangan, Ade Karibo dalam orasinya, meminta kepada kepolisian agar serius menangani sejumlah kasus yang dituntut mahasiswa.
 
"Semua kasus yang kita sampaikan hari ini harus segera ditindaklanjuti dan dituntaskan," tegasnya.
 
Ketua PMII cabang Mamuju Wais Walkorni agar kepolisian serius menangani sejumlah kasus di Mamuju. Mulai dari kasus pelecehan seksual anak dibawah umur.
 
"Kepada Polres Mamuju juga kita desak untuk serius dalam menangani kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Mamuju sebab narkoba menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya generasi muda.
Kemudian tindakan refresi kepolisian terhadap mahasiswa," jelasnya.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) meringkus seorang sopir truk, Ferdy, yang tengah melintas di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, setelah ketahuan membawa 4.800 batang detonator. 
 
Detonator itu dibawa dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menuju Makassar, Sulsel, Selasa (7/11/17).
 
Penangkapan ini dipimpin langsung Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulbar, AKBP Iskandar.
 
Awalnya, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada truk yang diduga membawa detonator. Polisi dengan mudah melacak truk tersebut karena nomor polisinya lengkap.
 
Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran. Truk tersebut ditemukan berada di sebuah warung di Kecamatan Kalukku. Sopir itu langsung diperintahkan membuka terpal di bak belakang truk.
 
"Dan benar adanya, setelah diperiksa ditemukan pemicu detonator itu di bak belakang truk yang ditutupi dengan terpal. Hanya satu orang yang diamankan yakni sopirnya karena memang hanya dia sendiri di truk tersebut dari Palu," kata Iskandar.
 
Alat pemicu detonator itu masing-masing berada dalam dus minuman mineral sebanyak 20 kotak. 28 kotak lainnya ditemukan di dalam ban bekas yang ada di bak belakang truk. Satu kotak berisi 100 buah detonator.
 
Sekadar diketahui, detonator adalah zat atau bahan yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Dua dari empat unsur pimpinan DPRD Sulbar akan kembali diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) pasca ditetapkan sebagai tersangka.
 
Kedua pimpinan 'Wakil Rakyat' itu adalah Hamzah Hapati Hasan dan Munandar Wijaya.
 
Hal itu disampaikan Kepala Kejati Sulselbar, Jan S Maringka saat ditemui sejumlah wartawan usai acara penerimaan gelar kehormatan dari Maradika (Raja) Mamuju, H. Andi Maksum Dai, kemarin.
 
Menurut Kajati, pemeriksaan dijadwalkan pada hari Rabu (1/11/2017).
 
"Jadi proses hukum terus berjalan. Kita sudah menghadapi praperadilan dan upaya praperadilan para tersangka ditolak. Sekarang kita menghadapi dan melakukan kembali pemeriksaan para tersangka," pungkasnya.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Abdul Karim (38), warga Dusun Salupalli, Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju ditemukan tewas dengan posisi gantung diri di kebun miliknya di Dusun Salutammu, Desa salletto, Rabu (08/11/17) malam.
 
Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura melalui WhatsApp (WA).
 
Koronologis kejadian, awalnya korban menuju kebun pada hari Rabu, 8 November 2017 sekitar pukul 10.00 Wita. Namun hingga pukul 20.00 Wita, korban belum kembali ke rumah.
 
Karena merasa khawatir, keluarga korban akhirnya bersepakat menyusul ke kebun untuk mencarinya.
 
"Dan setelah beberapa jam keluarga korban melakukan pencarian, tepat pukul 23.30 Wita korban ditemukan didalam kebun dengan kondisi keadaan tidak bernyawa dengan posisi tergantung pada bagian leher korban dengan menggunakan tali di pohon coklat," katanya.
 
Saat ini korban berada di rumah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Mamuju, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Ombudsman RI Sulawesi Barat, Selasa (7/11/17).
 
Kunjungan ini dalam rangka koordinasi terkait proses pengawasan pendaftaran partai politik (Parpol) peserta pemilu dari sisi administrasi selama dalam proses verifikasi, ataupun proses faktual kepengurusan dan keanggotaan Parpol.
 
Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Mamuju, Faisal Jumalang, proses verifikasi sangat penting dalam rangka penguatan kelembagaan dan struktur partai untuk persiapan Pemilu 2019.
 
"Sehingga proses verifikasi harus dilakukan secara konsisten dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar berharap kepada jajaran Panwas se Sulawesi Barat agar dapat menjalankan tugas dan kewenangannya melakukan pengawasan dan monitoring.
 
Sehingga, lanjut Lukman, jika ada kejanggalan dapat dideteksi sedini mungkin untuk mencegah pelanggaran.
 
Begitupun kepada KPU se Sulbar, tambah Lukman, harus berani mencoret jika menemukan data yang terkesan manipulasi.
 
"Dari sisi pelayanan publik dan pencegahan maladministrasi tim Ombudsman RI Sulbar juga akan melakukan monitoring secara umum, dalam rangka mendorong pelayanan yang baik dan bersih tanpa diskriminasi se lama proses verifikasi," tegasnya.
 
"Termasuk, mendorong peran kawan-kawan dari KPU dan Panwas agar regulasi dijalankan sesuai koridor, tanpa terkecuali baik pada Parpol yang mendaftar ulang dan parpol yang mendaftar sebagai calon peserta pemilu,” sambung Lukman.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Sehari setelah aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabanag Manakarra, Kapolda Sulbar Brigadir Jendral Polisi Drs. Baharudin Djafar, langsung menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) bersama para Pejabat Utama Polda Sulbar, Selasa (31/10/17).
 
Kapolda Sulbar, Brigjenpol Baharuddin Jafar, dalam kesempatannya meminta para pejabat utama dalam pengamanan aksi selanjutnya, agar seluruh personil tidak terpancing atau terprovokasi melakukan tindakan kekerasan.
 
"Kita berikan pelayanan kepada para massa unjuk rasa dengan mengedepankan tindakan persuasif dan simpatik," kata Kapolda.
 
Kapolda berpesan kepada seluruh jajarannya untuk sikapi para pengunjuk rasa dengan humanis tanpa mengedepankan kekerasan.
 
"Karena kekerasan bukan solusi terbaik dan tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Hindari anarkisme dengan sikap humanis," tutur Baharuddin.
 
Tidak hanya itu, Kapolda Sulbar melalui seluruh pajabat utama mengucapkan terimakasih kepada seluruh personil yang telah bekerja dengan maksimal.
 
“Terimakasih atas dedikasinya mengawal dan mengamankan aksi damai sehingga dapat berlangsung aman dan lancar. Pertahankan serta tingkatkan, Insya Allah ini akan jadi ladang ibadah kita," kuncinya.

More Articles ...