17
Sun, Dec
20 New Articles

'Kado Pahit' Jelang HPN, Wartawan Ini Dilarang Meliput dan Dipukuli

Hukum
Typography
INFOSULBAR.COM, Hukum Sungguh miris. Penganiayaan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini, kekerasan terhadap pekerja media terjadi kepada jurnalis Manakarra TV, Busman Rasyid, beberapa waktu lalu.
 
Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar itu dipukuli oleh sejumlah oknum pelaksana pembangunan proyek gedung Rumah Sakit (RS) Regional Sulbar tipe B yang sedang dibangun di Jl. Martadinata, Simbuang, kecamatan Simboro, Mamuju.
 
Awalnya, Busman yang datang seorang diri ke lokasi untuk meliput perkembangan pembangunan RS, mendapat perlakuan kasar dari oknum pelaksana proyek.
 
"Saya didatangi saat mengambil gambar. Saya dilarang mengambil gambar karena katanya belum meminta izin. Kemudian saya mundur dan dipukuli serta ditendang oleh beberapa orang," kata Busman seperti dilansir di beberapa media Online.
 
Dari kejadian tersebut, Busman yang didampingi sejumlah wartawan langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Mamuju.
 
Menindaklanjuti laporan tersebut, sehari setelah kejadian, Kapolres Mamuju bersama jajaran langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pemukulan itu.
 
Di saat itu juga, puluhan massa yang tergabung dari AJI Kota Mandar, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulbar, Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) serta kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mamuju menggelar aksi unjuk rasa meminta kepolisian menangkap para pelaku kekerasan terhadap wartawan.
 
"Kami meminta dan mendesak kepolisian untuk menangkap dan menahan para pelaku. Jika tidak, kami akan kembali turun ke jalan. Jadi sekali lagi, kami minta polisi serius menangani kasus ini, sebab sudah berkali-kali kekerasan terjadi kepada wartawan tetapi tidak ada penyelesaian," tegas koordinator aksi, Mursalim Majid.
 
Sementara itu, Ketua IJS Sulbar, Irham Azis sangat menyesalkan kejadian yang menimpa jurnalis Manakarra TV. Pimpinan Sulbar News ini merasa, kejadian yang menimpa rekannya merupakan kado pahit jelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN), 9 februari 2017 mendatang.
 
"Ini benar-benar kado pahit jelang Hari pers Nasional. Olehnya, kami mendesak agar polisi menangkap dan memberikan hukuman kepada para pelaku. Jangan biarkan wartawan diperlakukan seperti ini, sebab Undang-undang pers nomor 40 Tahun 1999 menjamin perlindungan kepada kami para wartawan," harapnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS