17
Sun, Dec
20 New Articles

Walhi Sebut Amdal Maleo Ditutup-tutupi Bertahun-tahun

Hukum
Typography
Infosulbar.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahana Lingkugan Hidup (Walhi) Provinsi Sulawesi Barat,  menyayangkan data analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) di Sulawesi Barat yang terkesan ditutu-tutupi. Salah satu contoh kongkrit adalah mengenai Amdal Hotel d’Maleo Mamuju yang saat ini belum didapatkan oleh Walhi Sulbar.
 
“Hampir sepuluh tahun kami di sini melakukan pengawasan, namun kami belum bisa mendapatkan Amdal hotel Maleo. Ini membuktikan bahwa di Sulbar ini persoalan data amdal masih ditutup-tutupi,” ungkap anggota Dewan Pimpinan Daerah Walhi Sulbar, Asnawi, Rabu (30/03), kemarin.
 
Asnawi menegaskan, pemerintah harusnya merespon Walhi terutama dalam hal data Amdal. Kedepannya data Amdal disajikan dengan baik atau sekurang-kurangnya melibatkan Walhi dalam pengkajian Amdal.
 
“Ini yang sangat kurang dan butuh respon dari pihak pemerintah maupun swasta. Data Amdal itu harus disajikan, karena merupakan suatu kajian yang harus diinformasikan ke publik, kalau terkesan ditutupi seperti ini, inikan menjadi tandatanya besar,” tegasnya.
 
Ia berharap, jika Komisi Informasi Publik (KIP) Sulbar telah terbentuk, ada sinergitas yang terbangun antara Walhi dengan KIP, terutama dalam transparansi amdal yang harus dibuka oleh pemerintah maupun pihak swasta yang bercokol di Sulawesi Barat.
 

“Saya sangat merespon terbentuknya KIP di Sulbar, saya harap lembaga ini bukan cuma membuang-buang biaya, namun dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Saya harap ada sinergitas yang terbangun, dan saya tegaskan, data amdal ini sebenarnya harus transparansi,” tutupnya. (MS/Ed:Ashari).

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS