17
Sun, Dec
20 New Articles

Oknum Polisi Bantah Lakukan Penganiayaan Anak di Bawah Umur

Hukum
Typography
Infosulbar.com--Kepolisi Resor (Polres) Mamuju membantah adanya oknum anggota Polres yang terlibat pemukulan terhadap salah seorang anak di bawah umur, Abd. Rahman (15).
 
Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Ade Candra C.Y, mengungkapkan, korban penganiayaan memang telah memasukkan laporan, Senin 4 Januari lalu dengan melibatkan oknum anggota Polres sebagai salah satu pelaku.
 
Namun, Ade membeberkan, Bripka Bakri itu menolong karena korban telah dipukul massa di salah satu warkop di jalan Baharuddin Lopa, Mamuju. Bripka Bakri justru menolong korban dari pemukulan beberapa orang.

"Terkait kasus penganiayaan korban Rahman, saat ini masih sedang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik dan pemeriksaan saksi-saksi serta visum ke rumah sakit," Kata Ade kepada wartawa, Jumat 8 Januari 2015.

"Personil kami sedang bekerja di lapangan, insya Allah para pelaku segera diungkap terkait peran anggota Polri An Bakrie, sesuai hasil pemeriksaan terhadap saksi korban, Rahman yang didampingi orang tuanya pada saat membuat laporan justru menolong dan mengamankan korban yang dalam kondisi babak belur setelah dituduh mencuri oleh para pelaku pemukulan," jelas Ade.
 

Sementara itu, Bripka Bakri juga membantah melakukan penganiayaan. Korban diketahui telah babak belur dipukul massa saat Ia tiba di lokasi.

"Saya tidak pernah melakukan pemukulan, maupun mengancaman menggunakan senjata api, karena saya tidak punya senjata api saat itu. Saya datang setelah mendapatkan laporan masyarakat tentang adanya anak yang dianiaya karena dituduh mencuri handphone," terangnya. (RH/Ashari).

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS