17
Sun, Dec
20 New Articles

3 Anggota Bawaslu Sulbar Resmi Dilantik, Ini Orangnya

Nasional
Typography

INFOSULBAR.COM, Jakarta — Tiga anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat yang terpilih rupanya telah dilantik, Rabu (20/9/2017), kemarin, di Crowne Hotel Jakarta.

 
Tiga anggota Bawaslu Sulbar dilantik, sekaligus bersama 69 orang anggota Bawaslu provinsi lainnya, dan akan menjalani masa jabatan 2017-2022. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu RI Abhan.
 
Ketiga anggota Bawaslu Sulbar yang dilantik, antara lain, Supriadi Narno, Sulfan Sulo dan Ansharullah Alimuddin.
 
Ketua Bawaslu RI Abhan menjelaskan, proses seleksi anggota Bawaslu 2017-2022 dilakukan secara transparan dan melibatkan tim seleksi yang independen.
 
"Ini sudah melalui proses panjang dan transparan, sekitar 2 bulan (seleksi) ditambah fit and proper satu bulan, jadi total 3 bulan," kata Abhan.
 
Abhan berharap, anggota Bawaslu periode ini bisa mengemban tugas pengawasan sebaiknya.
 
Dia juga mengingatkan, tugas pengawasan kedepan tidaklah semudah sebelumnya. Pelaksanaan pilkada serentak 2018 serta pemilu legislatif dan presiden yang dilakukan bersamaan menjadi tantangan penyelenggara untuk bekerja lebih maksimal.
 
"Karena tugas pengawasan sangat berat, 2018 ada pilkada serentak 171 daerah, kemudian pileg dan pilpres serentak yang pertama kali," tutur Abhan.
 
Oleh karena itu, menurut Abhan, Bawaslu di semua daerah yang menyelenggarakan Pemilu memiliki tantangan tersendiri, sebab akan berlangsung secara bersamaan.
 
“Tantangan tersebut menjadi warning bagi Bawaslu untuk melakukan persiapan-persiapan intensif untuk keberhasilan Pemilu ke depan. Bawaslu dan jajaran harus betul-betul siap menghadapi tantangan tersebut”, ucapnya.
 
Tantangan lain yang bakal dihadapi Bawaslu Provinsi terpilih adalah bertambahnya “aktor politik” yang terlibat sebagai implikasi penyelenggaran Pemilu secara bersamaan.
 
Secara teknis, kata dia, hal itu merupakan tantangan bagaimana Bawaslu mengelola sumber daya pengawasan sehingga dapat menjangkau, tidak saja pada aspek luas geografis tapi juga banyaknya para pihak yang terlibat dalam Pemilu.
 
"Dari aspek pemilih, juga masih rentan terjadinya “politik uang”. Perilaku ini dapat merusak integritas pemilu dan ini jadi tantangan Bawaslu agar memperkuat posisi pemilih dan membangun kesadaran masyarakat agar memiliki kemampuan serta berani menolak politik uang," terangnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS