27
Tue, Jun
34 New Articles

Cegah Radikalisme-Terorisme di Daerah, Ashari Sebut Falsafah Mandar di Forum Nasional

Nasional
Typography

INFOSULBAR.COM, Jakarta Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat, Ashari Rauf, menegaskan bahwa peran para Budayawan, tokoh adat dan nilai-nilai kearifan lokal seluruh daerah di Indonesia sangatlah penting dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan Ashari Rauf, di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjenpol Suhardi Alius, di acara dialog dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BNPT dan FKPT, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (21/2) malam.

Menurut Ashari, dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di berbagai daerah, BNPT bersama FKPT hendaknya memaksimalkan peran para tokoh Budaya, dan terus menggalakkan nilai-nilai kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat.

"Saya percaya dan yakin, setiap daerah ada falsafah dan pesan-pesan budaya dari leluhur yang selama ini dilupakan banyak orang. Pesan dan falsafah ini sebenarnya bisa menjadi kekuatan kita dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme. Misalnya kami di Sulbar, ada falsafah seperti siwali parri', siassayanni, mellete di atonganan, Sipakalaqbiq, mesa kada dipotuho pantang kada dipomate, lalla tassisaraq dan sebagainya. Ini penting dilestarikan dan digalakkan di masyarakat," tegasnya.

Selain peran para tokoh Budaya, menurut kader Gerakan Pemuda Ansor cabang Mamuju ini, keterlibatan pelajar, mahasiswa dan pemuda dapat menjadi ujung tombak dalam mencegah maraknya radikalisme dan terorisme di Indonesia.

"Kedepan perlu juga kita libatkan anak-anak pelajar, mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia. Sebab mereka rentan dipengaruhi oleh kelompok-kelompok radikal. Nah, dengan melibatkan mereka menjadi volunteer (Relawan) pencegahan radikalisme terorisme, dengan wawasan kebangsaan yang baik, generasi kita kedepan akan semakin kuat menjaga dan terus mencintai Bangsa ini, " ucapnya.

Ashari berharap, kepada seluruh FKPT di seluruh Indonesia, termasuk BNPT harus memaksimalkan potensi para tokoh Budaya, melestarikan kearifan lokal dan mendorong generasi muda anti radikalisme terorisme.

"Olehnya sekali lagi, saya merekomendasikan, salah satu yang kita hasilkan dalam Rakernas ini adalah maksimalkan peran tokoh budaya dan lestarikan kearifan lokal kita. Kemudian perkuat generasi. Itu kunci upaya kita dalam mencegah radikalisme terorisme," katanya.

Sekadar diketahui, Rakernas FKPT dan BNPT ini dihadiri sekira 300 orang, terdiri dari 286 FKPT seluruh Indonesia dan jajaran BNPT. Hadir pula Imam Masjid Besar Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar serta sejumlah pakar dan tokoh-tokoh Nasional. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari, 21-24 Februari 2017.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS