19
Thu, Oct
55 New Articles

INFOSULBAR.COM, Jakarta — Pengabdian, pelayanan dan kepedulian yang dilakukan Brigpol Eman Sulaiman, seorang Bintara Pembinaan, Kemanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) kelurahan Rangas, nampaknya membuahkan hasil.
 
Tepat pada hari ini, Jumat (13/10/17), Brigpol Eman mendapat penghargaan langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian.
 
Brigpol Eman menerima penghargaan sebagai polisi teladan, sekaligus sebagai pelopor penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik, termasuk pengabdiannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama ini.
 
"Berkat teman-teman semua selama ini, hari ini saya menginjakkan kaki di Mabes Polri untuk menerima langsung penghargaan dari bapak Kapolri," katanya kepada INFOSULBAR.COM via WhatsApp.
 
Brigpol Eman juga telah mampu membuktikan terobosan inovatif yang dilakukan dengan memprakarsai dan mempelopori masyarakat kelurahan Rangas untuk mengkonversi tanaman mangrove sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan pemukiman pesisir pantai.
 
"Saya masuk sebagai salah satu Bhabin yang peduli akan masa depan warga binaan, dengan konservasi yang saya canangkan selama 2 tahun ini. Saya bersama seluruh komponen pemerintah dan msyarakat, telah berhasil menanam 6000 bibit mangrove di sepanjang kelurahan Rangas," jelasnya.
 
Selain kepada Brigpol Eman, Kapolri juga memberikan penghargaan kepada 42 anggota Polri lainnya dari berbagai daerah, karena dinilai telah berjasa dalam banyak hal.
 
"Tim kami sudah mempelajari apakah itu dilakukan natural atau memang di-setting. Hasilnya ternyata natural dan benar benar ingin membantu masyarakat," ujar Tito usai memberikan penghargaan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/10/2017).
 
Menurut Tito, pemberian penghargaan ini penting agar anggota termotivasi berlomba-lomba untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas.
 
Tito menegaskan pemberian penghargaan ini beragam. Mulai dari kenaikan pangkat, promosi jabatan hingga tiket mengikuti ujian perwira tanpa tes. Ada juga yang mendapatkan pin emas.
 
"Bila para Bhabinkamtibmas selalu hadir memberi solusi bagi setiap masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Maka perlahan demi perlahan kepercayaan masyarakat akan terbangun. Saya berpesan, teruslah bekerja dan berkarya para bhabinkamtibmas se Indonesia. Kalian adalah corong terdepan, penampilan dan perbuatanmu adalah cerminan bagi tubuh organisasi Polri," harap Tito.

INFOSULBAR.COM, Jakarta — Tiga anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat yang terpilih rupanya telah dilantik, Rabu (20/9/2017), kemarin, di Crowne Hotel Jakarta.

 
Tiga anggota Bawaslu Sulbar dilantik, sekaligus bersama 69 orang anggota Bawaslu provinsi lainnya, dan akan menjalani masa jabatan 2017-2022. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu RI Abhan.
 
Ketiga anggota Bawaslu Sulbar yang dilantik, antara lain, Supriadi Narno, Sulfan Sulo dan Ansharullah Alimuddin.
 
Ketua Bawaslu RI Abhan menjelaskan, proses seleksi anggota Bawaslu 2017-2022 dilakukan secara transparan dan melibatkan tim seleksi yang independen.
 
"Ini sudah melalui proses panjang dan transparan, sekitar 2 bulan (seleksi) ditambah fit and proper satu bulan, jadi total 3 bulan," kata Abhan.
 
Abhan berharap, anggota Bawaslu periode ini bisa mengemban tugas pengawasan sebaiknya.
 
Dia juga mengingatkan, tugas pengawasan kedepan tidaklah semudah sebelumnya. Pelaksanaan pilkada serentak 2018 serta pemilu legislatif dan presiden yang dilakukan bersamaan menjadi tantangan penyelenggara untuk bekerja lebih maksimal.
 
"Karena tugas pengawasan sangat berat, 2018 ada pilkada serentak 171 daerah, kemudian pileg dan pilpres serentak yang pertama kali," tutur Abhan.
 
Oleh karena itu, menurut Abhan, Bawaslu di semua daerah yang menyelenggarakan Pemilu memiliki tantangan tersendiri, sebab akan berlangsung secara bersamaan.
 
“Tantangan tersebut menjadi warning bagi Bawaslu untuk melakukan persiapan-persiapan intensif untuk keberhasilan Pemilu ke depan. Bawaslu dan jajaran harus betul-betul siap menghadapi tantangan tersebut”, ucapnya.
 
Tantangan lain yang bakal dihadapi Bawaslu Provinsi terpilih adalah bertambahnya “aktor politik” yang terlibat sebagai implikasi penyelenggaran Pemilu secara bersamaan.
 
Secara teknis, kata dia, hal itu merupakan tantangan bagaimana Bawaslu mengelola sumber daya pengawasan sehingga dapat menjangkau, tidak saja pada aspek luas geografis tapi juga banyaknya para pihak yang terlibat dalam Pemilu.
 
"Dari aspek pemilih, juga masih rentan terjadinya “politik uang”. Perilaku ini dapat merusak integritas pemilu dan ini jadi tantangan Bawaslu agar memperkuat posisi pemilih dan membangun kesadaran masyarakat agar memiliki kemampuan serta berani menolak politik uang," terangnya.

More Articles ...