20
Sat, Jan
4 New Articles

Kebhinnekaan Diuji, Senator Asri Anas Usul Penataran P4 Dihidupkan Lagi

Nasional
Typography
INFOSULBAR.COM, Jakarta — Beberapa hari terakhir nilai-nilai pluralisme kebangsaan Indonesia tengah diuji. Terutama sejak aksi 4 November, di media sosial dan di tengah masyarakat begitu banyak pro dan kontra yang menjurus kepada upaya perpecahan bangsa. NKRI terancam.
 
Anggota DPD RI Muh. Asri Anas mengatakan saat ini perlu kembali membangun dan menanamkan nilai-nilai pilar kebangsaan terutama di kalangan generasi muda.
 
Sebab generasi muda bangsa ini penerus tongkat estafet bangsa masa depan. Nilai-nilai pilar kebangsaan dimaksud adalah Pancasila, UUD 45, NKRI dan
 
"Saya menyadari pentingnya kembali menanamkan dan merawat pilar-pilar kebangsaan terutama bagi generasi muda di saat-saat seperti sekarang ini. Generasi muda tunas masa depan bangsa. Ketika kebhinekaan mereka terkoyak oleh perbedaan, saya tidak bisa membayangkan seperti apa bangsa dan negara ini kelak," kata Asri Anas dalam keterangannya, Sabtu (19/11/2016).
 
Oleh karena itu, Sekretaris Kelompok DPD di MPR RI ini mengusulkan adanya penataran Pilar Kebangsaan (termasuk Pancasila) kembali diwajibkan di sekolah-sekolah.
 
"Konsepnya bisa seperti penataran P4 dulu tapi diperbaharui mengikuti zaman. Warisan yang baik di era dulu bagus kita ambil dan terapkan jika bermanfaat," kata Asri Anas.
 
Harus diakui, kata Asri Anas, bahwa Penataran P4 berhasil menanamkan nilai-nilai kebhinekaan Pancasila di kalangan generasi muda bangsa.
 
"Semangat kebangsaan kita perlu dibangun kembali. Jiwa gotong-royong, tenggang rasa, dan silaturahmi rasanya mulai hilang saat ini. Dengan penataran seperti ini minimal silaturahmi itu muncul kembali. Generasi muda tidak menghabiskan banyak waktu di media sosial yang cenderung tanpa arah," kata Asri.
 
Menurut Asri, gempuran informasi misalnya lewat medsos yang sangat terbuka perlu dibarengi pondasi pengamalan nilai-nilai Pancasila sehingga tidak mudah terprovokasi yang bisa menimbulkan ekses negatif bagi NKRI.
 
"Dengan benteng pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda melalui penataran, Insya Allah kita mempersiapkan kader bangsa yang tidak mudah goyah diadudomba dgn isu SARA dan lainnya," kata Asri.
 
Senator asal Sulawesi Barat ini mengajak para politisi, tokoh bangsa dan yang peduli dengan nasib masa depan bangsa, nasib para generasi muda untuk serius memikirkan ini bersama-sama membangun bangsa besar ini dengan generasi muda berbasis pancasila.
 
"Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya bisa belajar NKRI dari buku sejarah," kata Asri.
 
Aksi nyata itu sebenarnya telah dibangun Asri Anas dengan senantiasa membangun dialog dengan siswa SMU dan para mahasiswa lewat sosialisasi Pilar Kebangsaan MPR.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS