20
Sun, Aug
11 New Articles

Demo Ipmapus; Swalayan 'Bunuh' Pedagang Tradisional

Ekonomi Pembangunan
Typography
INFOSULBAR.COM, Mamuju — Puluhan kader dan pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) cabang Mamuju menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (9/3/17). Aksi ini digelar di beberapa titik di kota Mamuju.
 
Titik pertama, di depan kantor DPRD kabupaten Mamuju. Di kantor para wakil rakyat itu, massa Ipmapus melakukan orasi secara bergantian, menyampaikan tuntutannya terkait kehadiran swalayan yang terus menjamur di ibukota Provinsi Sulawesi Barat ini.
 
Massa juga sempat mewarnai aksinya dengan membakar ban bekas, kemudian menahan dua unit kendaraan dinas milik Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar.
 
Dalam kesempatannya, Ketua Ipmapus cabang Mamuju, Muhammad Ahyar, menilai, kehadiran swalayan seperti Alfamidi, Alfamart dan Indomaret justru 'membunuh' pedagang tradisional di daerah ini.
 
"Dengan menjamurnya swalayan ini benar-benar berdampak besar bagi pedagang kaki lima, pedagang tradisional atau pedagang rakyat kecil. Pendapatan mereka semakin nyaris tidak ada dan sebagiannya sudah menutup kiosnya," tegas Ahyar kepada INFOSULBAR.COM, di sela-sela aksi berlangsung.
 
Olehnya, kata Ahyar, Ipmapus Mamuju mendesak Dewan untuk segera mengundang pihak terkait, baik dari Pemkab Mamuju termasuk pihak swalayan.
 
"Tadi kami sudah ditemui oleh anggoata Dewan, Pak Syamsuddin. Dan hari kamis depan akan mengundang pihak terkait hadir di kantor DPRD Mamuju. Bersamaan dengan undangan itu juga kami akan tetap turun aksi kembali untuk mempressure," sebutnya.
 
"Kami juga mendesak untuk stop pembangunan dan menyetop MoU antara pemerintah dan pihak swalayan. Sebab, Mou nya selama ini tidak jelas, berapa jumlahnya. Ketika MoU menetapkan 100, maka harus dirubah. Dikaji ulang dan pembangunannya harusdisetop," jelas Ahyar.
 
Sekedar diketahui, selain di DPRD Mamuju, massa Ipmapus ini juga menggelar aksi di perempatan lampu merah jalan Ahmad Kirang Mamuju. Di titik ini, massa juga melakukan aksi bakar ban dan berorasi secara bergantian.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS