18
Sat, Nov
89 New Articles

Ansor Majene Gelar PKD, Ini Pesan Pimpinan Pusat dan Wilayah

Majene
Typography
INFOSULBAR.COM, Majene — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Majene, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (2/11/17).
 
Kegiatan bertema "Bela Agama Bangsa Negeri" ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Anggota DPD RI wakil Sulbar KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Mas'ud Saleh, Kepala Depag Majene Dr. H. Adnan Nota dan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy.
 
Selain itu, hadir juga Rektor Unasman Dr. Hj Chudriyah, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulbar Sudirman AZ, M. Anshar selaku Kasatkorwil Banser Sulbar, para Ketua PC Ansor se Sulbar, Kasatkorcab Banser se Sulbar serta tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan para peserta PKD Ansor Majene.
 
Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ dalam sambutannya menyampaikan, bahwa GP Ansor merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang intens melakukan kegiatan pengkaderan. Di Sulbar, gerakannya pun semakin dinamis.
 
"Sehingga, saya ingin mengatakan bahwa satu-satunya organisasi kepemudaan di Indonesia yang tidak pernah tidur untuk melakukan kegiatan pengkaderan seperti ini yaitu GP Ansor. GP Ansor tidak sama dengan organisasi kepemudaan lainnya," katanya.
 
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga bersyukur atas upaya pemerintah pusat yang telah menerbitkan Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
 
"Baru-baru ini sudah diketuk palu tentang UU Ormas, tentu ini menggembirakan bagi kita semua. Dan perlu diketahui, bahwa Majene adalah salah satu lumbung organisasi, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia yang tujuannya ingin mendirikan negara di aiatas negara dengan sistem khilafah dan ingin menggantikan NKRI," jelasnya.
 
Menurut Dosen di STAI Al-Azhary ini, GP Ansor dalam menjalankan manhaj organisasi sangatlah jelas. Salah satu yang penting dilakukan GP Ansor adalah mempertahankan NKRI dan Pancasila, sekaligus menjaga apa yang telah diamalkan oleh ulama dan kyai Nahdlatul Ulama (NU).
 
"Jadi GP Ansor itu jelas. Olehnya, saya berharap kepada seluruh peserta agar serius ikuti materi, menjadi generasi Ansor dan membanggakan Ansor ke depan," harap Sudirman.
 
Sementara itu, Pimpinan Pusat GP Ansor yang diwakili Mas'ud Saleh, dalam kesempatannya mengungkapkan persoalan generasi kekinian, utamanya generasi zaman 'Now' dan milenial.
 
"Salah satu ciri generasi Now atau disebut generasi milenial, mereka tak lepas dari teknologi. Hampir dipastikan ilmu pengetahuannya atau sumber pengetahuannya 60 persen berbasis internet. Kemudian lebih banyak dihabiskan di cafe," katanya.
 
Fenomena belajar agama lewat internet, lanjut Mas'ud, membawa dampak yang mengkhawatirkan, utamanya pola komunikasi generasi 'Now' ini kepada orangtuanya.
 
"Banyak anak muda berani mengkritik orang tuanya, hanya karena pengetahuan yang diperolehnya dari internet. Ini bisa jadi penyakit generasi hari ini yang menerima sumber informasi dari internet dan ditelan mentah-mentah," ucapnya.
 
Mas'ud juga menceritakan pola kehidupan orang dulu dan sekarang. Menurutnya, ada banyak perbedaan orang dulu dan masa kini dalam menerima informasi.
 
"Dulu dan sekarang ini beda. Dulu, orang tua kita mampu membaca tanda-tanda alam, dan bisa mendapat informasi. Misalnya kalau ada kupu-kupu besar yang masuk ke rumah, sontak orang tua dulu langsung menyampaikan kepada keluarganya bahwa akan ada tamu," katanya.
 
"Sekarang ini, semua generasi lewat internet atau smartphone, untuk ada tamu yang datang bisa melalui sms lebih dahulu," lanjutnya.
 
Olehnya, ia berpesan kepada segenap kader GP Ansor di Sulbar agar tak kalah dalam menggunakan kemajuan teknologi saat ini. Tentu, kata dia, dengan cara-cara elegan dan mengedukasi publik.
 
"Kita harus kuasai teknologi. Kita harus gunakan secara positif, bagaimana melakukan pendidikan dan edukasi kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari tugas-tugas kader, bukan malah menghabiskan waktu nongkrong di warkop," terangnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS