27
Tue, Jun
34 New Articles

INFOSULBAR.COM, Majene — Mengisi momentum bulan suci ramadhan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Majene menggelar kegiatan belajar Barzanji.
 
Kegiatan ini berlangsung sejak tiga hari lalu di Sekretariat DPD KNPI Majene. Sabtu (10/6/17) kegiatan ini ditutup secara resmi.
 
Ketua DPD KNPI Majene, Arismunandar kepada INFOSULBAR.COM, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan langkah untuk mengisi bulan ramadhan dengan belajar barzanji bersama remaja mesjid, perwakilan OKP, organisasi mahasiswa dan pelajar.
 
"Kegiatannya dimulai beberapa hari lalu, dan hari ini penutupan dirangkaikan buka puasa bersama DPD KNPI Kabupaten majene bersama DPK KNPI se kabupaten, dan Pemkab Majene," sebutnya.
 
Menurut putra mantan Bupati Majene Kalma Katta ini, kegiatan belajar Barzanji dilaksanakan agar ada persiapan generasi untuk pembaca barzanji di tahun-tahun mendatang.
 
"Ini adalah kesiapan kita membina generasi muda. Barzanji ini harus terus dijaga, dibaca dan dilaksanakan," ujarnya.

INFOSULBAR.COM, Majene — Peran pemerintah sebagai pelayan masyarakat, mewajibkan Pemerintah Kabupaten Majene meningkatkan kualitas pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. 
 
Ombudsman Republik Indonesia (RI) Sulbar sebagai Lembaga Negara berperan dalam memberi penilaian terhadap kualitas pelayanan pemerintahan. 
 
Terkait hal tersebut, Pemkab Majene bersama Ombusman RI perwakilan Sulawesi Barat sepakat bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Selasa, 05 April 2016, di ruang pola Kantor Bupati Majene.
 
Penandatangan MoU tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi kedua belah pihak, yakni Pemkab Majene dan Ombudsman Sulawesi Barat, dalam upaya penanganan laporan masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan publik sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
 
Sementara itu, penilaian kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI mengacu pada Undang-Undang No. 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. 
 
Dari itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar, Lukman Umar, berpesan kepada Bagian Hukum Setda Majene untuk lebih sering melakukan sosialisasi atas undang-undang No. 25 tahun 2009 tersebut. Sebab semua Materi penilaian Uji Kepatuhan sudah terangkum dalam UU No. 25 Tahun 2009.
 
Pada moment yang sama, Bupati Majene, DR. H. Fahmi Massiara, menegaskan kepada jajaran aparat sipil Pemkab Majene untuk memahami tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarat. 
 
Menurutnya, kesepakatan yang terbangun dengan pihak Ombudsman tersebut dapat menjadi acuan agar lebih progressif dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan. 
 
Fahmi juga mengakui penilaian atas pelayanan publik oleh Ombudsaman, menjadi dasar baginya dalam menilai kinerja setiap SKPD lingkup Pemkab Majene. Dan berharap Uji Kepatuhan Tahun 2017 Kabupaten Majene bisa masuk zona Hijau.
 
Lukman menyampaikan, keberadaan Ombudsman di Sulawesi Barat, untuk mendorong penyelenggaraan negara dan pemerintah yang efektif dan efisien, jujur, terbuka, bersih, serta bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
 
“Secara kelembagaan kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati Majene yang memiliki keseriusan dan keinginan yang besar mendorong terciptanyan layanan publik yang berkualitas di daerahnya,” tutup Lukman. 

INFOSULBAR.COM, Majene — Niea Suci Ayu Ramadhani alias Suci Ayu (Nama Facebook), seorang perempuan yang sempat memicu kontroversi dan membuat geger Netizen di Media Sosial atas statusnya terkait momentum Pilgub Sulbar, akhirnya diklarifikasi.
 
Sebelumnya, di tengah memanasnya situasi pasca pemilihan gubernur Sulbar, melalui akunnya, Suci Ayu sempat mengunggah status "Kalau kalah SDK, telanjangka pergi ke pasar Majene #SDK #IniJalanKita #SDK_Kalma".
 
Untungnya, sehari setelah status itu viral di Medsos dengan tanggapan dan komentar beraham, akhirnya wanita kelahiran 10 Oktober 1994 itu melakukan klarifikasi.
 
Rupanya, status miring itu sama sekali buka Suci yang mengunggahnya, alias dihack oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
"Assalamu Alaikum buat teman-teman favebook ku. Sebelumnya saya minta maaf ya, saya juga tidak tahu kalau favebook ku ada orang yang tega HACK," tulis Suci Ayu.
 
Dirinya mengaku sama sekali tak tahu menahu keberadaan status yang terunggah di beranda facebook miliknya.
 
Ia pun menceritakan kemungkinan adanya orang yang tega dan sengaja mencemarkan nama baiknya dengan melakukan Hack.
 
"Tadi online di warnet sebelah, pas habis waktunya luoa log uot. Entah siapa yang sangat tega hack facebook aku. Bukan aku yang buat," sambungan klarifikasi Suci.
 
Suci Ayu merasa sangat malu atas keberadaan status di akun facebooknya itu.
 
Sembari meyakinkan seluruh pengguna medsos, Suci Ayu juga mengaku ada seseorang yang ingin menjatuhkan dan mencemarkan nama baiknya.
 
"Kalau kalian tidak suka sama aku, tidak usah pakai bajak segala. Saya malu. Orang yang membagikan sudah banyak sekali, komentar juga banyak sekali. Percayalah saya teman-teman. Ada seseorang yang tega menjatuhkan saya," kuncinya.
 
Dari pantauan INFOSULBAR.COM, Minggu (19/2/17), status yang sebelumnya diunggah dan memicu kontroversi kin telah dihapus Suci Ayu.

More Articles ...