18
Fri, Aug
17 New Articles

Bupati Matra Dinilai Pilih Kasih, Ini Buktinya

Matra
Typography
INFOSULBAR.COM, Matra — Kekecewaan terbesit saat memperingati Hari Ulang Tahun Ke-10, Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara (IPMA Matra) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di hotel Tamborang Mamuju, belum lama ini.
 
Betapa tidak, pemerintah daerah Mamuju Utara dan DPRD yang diharapkan hadir tidak kunjung ada. Hal itu diutarakan pendiri IPMA Matra, Anhar saat membawakan sambutannya.
 
"Ini bukan pertama kalinya, bahkan sejak organisasi daerah ini terbentuk tak pernah sekali pun, jangankan bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, pihak pemerintah dan DPRD Matra yang lain pun tak pernah sekali saja menghadiri kegiatan atau mau berkunjung ke asrama Ipma Matra. Ini sangat tidak adil, padahal keberadaan kita di sini itu resmi secara kelembagaan dan cukup eksis," kata Anhar dengan nada kecewa.
 
Menurut Anhar, di Matra, cukup banyak orang-orang yang pernah merasakan dukanya tinggal di asrama, berdinamika dalam organisasi daerah seperti Ipma Matra ini.
 
Sebut saja Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, Wakil Ketua DPRD Matra, Musawir, Lukman Said dan banyak lagi di OPD lainnya.
 
"Saya juga heran, mengapa mereka sangat mengabaikan teman-teman yang ada di sini, padahal di ibukota Sulbar ini wajah Matra, mereka selalu hanya janji untuk difasilitasi asrama permanen tapi hanya omongkosong, sampai sekarang kawan-kawan mengusulkan pembelian lokasi itu tidak ada. Sementara di tempat lain itu ada asrama permanen, entah ada apa dengan pemerintah kita, mungkin lagi sibuk wara-wiri dengan mobil Alphard-nya yang nilainya fantastis, bisa lebih kalau untuk asrama dan beli lokasi," tegas Anhar.
 
Anhar berharap, pemerintah Kabupaten Matra bisa membuka mata hatinya, memberikan perhatiani, tidak terkesan pilih kasih dan membeda-bedakan.
 
"Jika masih juga seperti itu, saya yakin kawan-kawan punya cara untuk mengingatkan pemerintah kita, apakah dijalan, kepada orangtua, keluarga atau kepada seluruh masyarakat Matra pada umumnya sehingga tidak ada niat baik pemerintah kiat menyiapkan SDM pada generasi muda pelanjut estafet Matra, biar diberikan sanksi moral, tidak pilih lagi dalam ajang apapun," kata mantan ketua pertama Ipma Matra ini.
 
"Sedihkan rasanya, jika malam ini hanya pak Kabid, mewakili Dinas Pemuda Olahraga yang hadir, padahal ada rangkaian kegiatan temu wicara, disini kita berharap ada proses dialog yang bisa membangun dan menjadi rekomendasi pemerintah," imbuhnya.
 
Sementara itu, salah seorang pengurus Ipma Matra Sulbar, Wandi, meminta Kepala Bidang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar, untuk menyampaikan kepada Kepala Dinas pemuda dan Olahraga Sulbar, Herdin Ismail, untuk disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra).
 
"Tolong Pak, tolong sampaikan ke Kadis, teman-teman Ipma Matra yang ada di Mamuju agar harus diperhatikan. Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara tidak merespon kegiatan-kegiatan teman Ipma Matra di Mamuju. Itu tidak merespon sama sekali. Tolong disampaikan ke Kadispora, agar disampaikan kepada bapak Bupati Kabupaten Mamuju Utara," Ucap Wandi.
 
Dia menilai, Pemerintah Kabupaten Matra pilih kasih dalam memfasilitasi organisasi daerah yang berasal dari Kabupaten Matra.
 
"Pemerintah di Matra dalam hal ini, mereka pilih kasih. Kenapa saya bilang pilih kasih, teman Ipma Matra yang sudah lama ada di Mamuju belum mempunyai asrama yang permanen, teman-teman di Makassar sudah memiliki asrama yang sudah permanen. Teman-teman di Palu juga begi. Teman-teman di Jogja juga begitu dan teman-teman yang di Majene. Itu pilih kasih ya pak," tegasnya.
 
Sebelum digelarnya hari jadi Ipma Matra, lanjut Wandi, pengurus Ipma Matra sempat menemui Bupati Matra, namun dinilai seolah-olah mengabaikan Ipma Matra.
 
"Teman-teman turun kemarin (Matra. Red), menemui Pak Bupati, apa dia bilang Bupati 'Insyaallah', bapak Bupati tanggal 30 datang disini (Mamuju. Red) kemarin, dia tahu bahwasanya teman Ipma Matra di Mamuju membuat kegiatan ini, setelah itu dia pulang," pungkasnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS