27
Tue, Jun
34 New Articles

INFOSULBAR.COM, Matra — Ikke Nurjannah sukses menghibur ribuan masyarakat Mamuju Utara (Matra) di kampanye terbatas pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta, Minggu (22/01).
 
SDK-Kalma mempersembahkan Ikke Nurjannah sebagai artis utama untuk menghibur ribuan massa di kampanyenya. Selain penampilan artis berparas manis itu, SDK-Kalma juga menampilkan jawara d'Academy 3, Ical, serta Nurdin sang pemenang KDI 4. Ada juga Bonita, artis lepasan d'Academy 1 yang mengisi sesi hiburan di kampanye di pusat kota Pasangkayu tersebut.
 
"Senyumlah untuk semua orang, tapi pilihanmu satu... SDK-Kalma...," sebut Ikke Nurjannah saat mengawali penampilannya di lagu 'senyum dan hatimu'.
 
Ikke sukses menghipnotis ribuan massa di kampanye SDK-Kalma dengan beberapa hits yang ia bawakan. Begitu pun kala sederet orasi politik yang dibawakan oleh beberapa tokoh.
 
SDK saat mengawali orasi politiknya mengatakan, Pemilukada 2017 merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan siapa yang paling tepat untuk memimpin Sulawesi Barat di masa mendatang. Menurutnya, publik mestinya lebih padai, lebih cerdas dalam menggunakan hakpolitiknya di pesta demokrasi masyarakat Sulawesi Barat tersebut.
 
"Pilih pemimpin yang memperhatikan hak-hak masyarakat kelas bawah. Pemimpin yang bisa bergaul dengan masyarakat kelas bawah. Bukan yang hanya mementingkan dirinya sendiri, mementingkan kelompoknya sendiri. Kami, saya dan Pak Kalma punya komitmen untuk lebih memperhatikan masyarakat kelas menengah ke bawah. Jangan salah pilih, jangan sampai kita memilih penguasa, bukan memilih pemimpin," seru SDK di hadapan ribuan massa yang hadir.
 
Bupati Mamuju dua periode itu kembali menyuarakan beberapa program prioritasnya. Di hadapan ribuan masyarakat Matra, SDK berkomitmen untuk menggratiskan seragam sekolah bagi anak didik usia SMA sederajat, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, pemerataan anggaran infrastruktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten, serta pemberian kartu BPJS bagi masyarakat.
 
"Ada yang bilang, program prioritas saya itu tidak realistis untuk diwujudkan. Di sini saya tegaskan, anggapan seperti itu hanya berlaku bagi mereka yang otaknya tidak sampai kesitu. Saya sudah berpikir jauh untuk dapat mewjudkan program tersebut. Dan saya tegaskan, itu bisa kita lakukan," tegas Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat itu.
 
Ia juga menyinggung soal kondisi birokrasi yang ada di Sulawesi Barat. Faktanya, hingga kini sudah ada belasan pejabat eselon II di lingkup pemerintah provinsi yang tersangkut kasus korupsi. Menurutnya, parahnya kondisi birokrasi di Sulawesi Barat tersebut terjadi lantaran adanya kekeliruan dalam mengelola pemerintahan.
 
"Kalau saya yang jadi Gubernur, maka saya jaminkan tidak akan ada lagi pejabat eselon II yang tersangkut kasus hukum. Itu semua yang harus kita perbaiki," ungkap peraih doktor di Universitas Airlangga Surabaya itu.
 
"Senyumlah untuk semua orang, tapi hatimu jangan. Cintamu, pilihanmu hanya untuk SDK-Kalma," cetus SDK.
 
Sementara itu, Kalma Katta dalam orasi politiknya lebih banyak menyinggung soal kemampuan dan pengalaman yang telah ia miliki bersama SDK dalam memimpin pemerintahan. Menurutnya, pengalaman tersebut akan dijadikan modal utama dalam mengurus 6 kabupaten yang ada di provinsi ke-33 ini.
 
"Terus terang, saya sangat bahagia. Sangat bangga rasanya. Di setiap kesempatan kampanye kami, semuanya melampaui target. Termasuk di Pasangkayu ini. Saya berterima kasih untuk dukungan rakyat Matra yang telah bahu membahu untuk mendukung SDK-Kalma di Pilkada 2017 ini," ungkap Kalma Katta.
 
Kampanye SDK-Kalma di Pasangkayu tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh politik. Mereka diantaranya, ketua tim pemenangan SDK-Kalma, Sukardi M nur, ketua tim kampanye SDK-Kalma, Suraidah Suhardi, Wakil ketua DPRD Matra, Musawir Az Ihsam, Ketua DPRD Mateng, Arsal Aras, Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari, serta sejumlah pengurus partai pengusung dan pendukung SDK-Kalma; Demokrat, Hanura, PKS dan PBB.
 
"SDK-Kalma hadir tidak membawa suku tertentu, tidak membawa agama tertentu, tidak pula membawa golongan tertentu. SDK-Kalma hadir untuk seluruh masyarakat di Sulbar ini. Mari di antara kita untuk saling bahu membahu memenangkan beliau. Hanya beliau lah yang memiliki komitmen untuk menjadi seorang pemimpin bagi seluruh masyarakat di Sulbar dengan keanekaragamannya. Beliau bukan penguasa yang hanya ingin dilayani," kata Irwan Pababari.

INFOSULBAR.COM, Mateng — Calon Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM), curhatan tentang sosok istrinya, Andi Ruskati. Curhatan tersebut terjadi ketika menjawab beberapa pertanyaan oleh sekelompok perempuan dan IRT di Pangale, Mateng.
 
Mantan Bupati Polman dua periode ini, menyebut Andi Ruskati sebagai sosok yang tangguh dan penuh dedikasi.
 
"Apa yang ibu tanyakan tentang perempuan ideal dalam masyarakat, itu sudah dilalui dan dijalani oleh istri saya, Ibu Ruskati." Ungkap ABM.
ABM memuji ketangguhan Ruskati sebagai perempuan yang lebih memilih proses ketimbang pasilitas.
 
"Ibu Ruskati berproses dengan kerja keras melalui sekian kondisi yang terbilang tidak mudah. Beliau pernah jadi pegawai Bank, lalu berkecimpung di PKK dan sekarang menjadi anggota DPR RI. Itu dilaluinya dengan tidak pernah mengeluh. Bahkan ketika saya masih Bupati, beliau tidak pernah meminta pasilitas sebagai istri Bupati," Puji ABM.
 
ABM secara jujur mengakui dedikasi Andi Ruskati dalam rumah tangga dan kehidupan sosial politik.
 
"Andi Ruskati sebagai istri dan ibu sangat ideal dalam mengurus dan mengasuh rumah tangga. Ibu Ruskati dalam aktivitas sosial politik adalah sosok yang cerdas bahkan tidak kalah komunikatif dibanding tokoh laki-laki, termasuk lebih banyak kunjungan langsung kepada masyarakat," Curhat calon Gubernur pasangan Enny Anggraeni Anwar ini.
 
ABM secara khusus mengapresiasi Majelis Taklim bentukan istrinya yang tersebar di 6 kabupaten. Terkait Pilgub Sulbar, kepada masyarakat Mateng, ABM mengungkap kegigihan Andi Ruskati dalam memperjuangkan dirinya ke tengah masyarakat Sulbar.
 
Baginya, istrinya tersebut adalah perempuan ideal bagi figur perempuan yang menginspirasi dirinya dan perempuan Sulbar.

INFOSULBAR.COM, Matra  — Agenda kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta terus bergulir. Senin (05/12/16) kemarin, giliran Kecamatan Baras, Mamuju Utara (Matra) yang dijadikan titik kampanye Pasangan Calon Nomor urut 1 ini.
 
Tak kurang dari 5 Ribu massa pendukung dan simpatisan SDK-Kalma turut hadir memenuhi tempat pelaksanaan kampanye kali ini. Menyapa ribuan pendukungnya hari itu, SDK-Kalma turut didampingi sejumlah nama beken lainnya, seperti Ketua DPRD Sulawesi Barat, Andi Mappangara, Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, serta Ketua DPRD Matra, Musawir Az Ihsam.
 
Sejumlah pengurus teras Partai pengusung juga terlihat hadir pada kampanye SDK-Kalma hari itu. Selain beberapa Anggota DPRD baik dari level Provinsi, maupun dari Kabupaten.
 
Dalam orasi politiknya, Pasangan Calon yang diusung Demokrat, Hanura, PKS dan PBB ini kembali menyuarakan komitmennya untuk melakukan perbaikan terhadapan tata kelola pemerintahan di Sulawesi Barat. Beberapa hal yang perlu mendapat perbaikan, akan disempurnakan oleh SDK-Kalma jika di Pemilukada 15 Februari 2017 nanti keduanya berhasil meraih suara mayoritas dari masyarakat.
 
"Kami akan melanjutkan semua yang kami anggap telah baik. Dan pastinya, akan kami tinggalkan semua hal yang dianggap buruk. Kami berkomitmen menciptakan jalannya pemerintahan yang jauh lebih bersahabat dengan masyarakat. Bisa melayani dan lebih dekat dengan sumber permasalaan yang ada di tengah masyarakat," terang SDK di awal orasi politiknya.
 
SDK juga menyuarakan beberapa program prioritasnya jika kelak ia dan Kalma Katta dipercaya untuk memimpin pemerintahan di Sulawesi Barat. Program prioritas tersebut seperti penggratisan seragam sekolah untuk usia SMA sederajat, pembagian kartu BPJS kepada seluruh masyarakat, serta pembagian anggaran infrastrktur senilai Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten.
 
"Khusus di Matra ini, kami akan membuka ruang investasi seluas-luasnya kepada siapapun yang memiliki keinginan menanamkan investasinya di sini. Sebut saja perusahaan kelapa sawit, kami tetap menjaminkan diri agar iklim investasi itu tetap bersahabat bagi para pengusaha, tetapi juga tidak merugikan masyarakat. Kami pemerintah berkomitmen untuk tetap berada di tengah-tengah. Pengusaha tidak rugi, secara bersamaan, masyarakat juga tetap diuntungkan," jelas SDK, pria peraih gelar Doktor Ekonomi Islam Universitas Airlangga Surabaya itu.
 
Di tempat yang sama, Kalma Katta menyebut berdirinya Matra sebagai satu daereh otonom tak lepas dari peran vital seorang SDK. Menurutnya, Matra yang saat ini telah jauh berkembang merupakan bukti nyata betapa sosok SDK memiliki visi yang cukup jelas.
 
"SDK pernah jadi Ketua DPRD di Mamuju, pernah juga jadi Bupati di Mamuju. Beliau terlibat aktif pada proses pemekaran Matra ini. Saat ini, bisa kita rasakan sendiri, bagaimana efek positif dari pemekaran daerah yang dilakukan SDK tersebut, Matra dan Mateng sudah bisa merasakan betapa visi membangun yang dimiliki oleh SDK benar-benar terbukti adanya," kata Kalma.
 
Di hadapan ribuan massa pendukungnya, Kalma yang juga Bupati Majene 2 periode itu menegaskan, segudang pengalaman membangun baik yang dimiliki oleh SDK maupun yang telah ia raih, sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dasar dalam mengabdikan diri melayani masyarakat yang ada di 6 Kabupaten di Sulawresi Barat.
 
"Karena pengalaman itulah saya memutuskan untuk mendampingi SDK di Pilkada nanti. Yang ingin kita capai nantinya ialah lahirnya pemerintahan yang jauh lebih melayani, tanpa sekat elitis serta tata keprotokoleran yang kaku," tegas Kalma Katta.
 
Sementara itu, Musawir menilai, pasangan SDK-Kalma adalah paket komplit dengan segudang pengalaman dan prestasi yang telah dimiliki. Untuk masyarakat Sulawesi Barat yang cukup heterogen, Musawir yang juga Ketua DPC Demokrat Matra itu menyebut, SDK-Kalma adalah figur yang mampu memposisikan diri berada di semua latar belakang sosial masyarakat yang ada di Sulawesi Barat.
 
"SDK-Kalma ini sudah terbiasa memimpin masyarakat yang multi etnis, multi ras, serta masyarakat dengan beragam latar belakang agama dan golongan. Keduanya merupakan sosok yang nasionalis. Untuk kita di Matra ini, SDK-Kalma adalah calon pemimpin yang tepat bagi kondisi masyarakat kita yang datang dari beragam latar belakang sosial. Keduanya tidak pernah melihat masyarakat dari latar belakang suku, agama, ras atau golongannya. Atas dasar itu, SDK-Kalma-lah yang paling bisa memberi perubahan positif bagi pembangunan di Sulbar ini," terang Musawir Az Ihsam.
 
Seperti biasa, gelaran kampanye SDK-Kalma di ujung utara wilayah Sulawesi Barat itu juga menampilkan penampilan spesial dari sederet artis dangdut kenamaan. Nama-nama seperti Nurdin 'KDI', serta beberapa artis lepasan 'd'Academy' lainnya turut menghibur ribuan massa dan simpatisan SDK-Kalma pada kampanye tersebut.

More Articles ...