19
Thu, Oct
55 New Articles

INFOSULBAR.COM, Matra — Dua warga Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) dinyataakan hanyut terbawa sungai Panango, Desa Motu, Baras, sejak Rabu (04/10/17) lalu. Kedua warga itu adalah Didin dan H. Banna.
 
Tim SAR dan personil Polsek Karossa, melakukan pencarian korban di sepanjang sungai selama dua hari, sejak hari Rabu 4-6 Oktober 2017.
 
Alhasil, tim SAR Brimob Polda Sulbar dipimpin  Danki 1 Yon A Iptu Darwis, yang memback up pencarian korban, berhasil menemukan satu mayat korban, yang telah membusuk atas nama Didin, 6 Oktober sekitar pukul 16.45 Wita.
 
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP. Hj. Mashura, kini mayat Didin telah dievakuasi tim SAR ke rumah duka.
 
"Pada hari jumat 6 Oktober 2017, pukul 16,45 Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Didin di sungai Amazone, kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Lambara Desa Kasano Kecamatan Baras," sebut Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura.
 
Sementara, H. Banna hingga Jumat petang kemarin belum ditemukan. Tim SAR memilih untuk berhenti dan melanjutkan pencarian pada hari ini, Sabtu (07/10/17).
 
"Kondisi korban yang sudah ditemukan sudah meninggal dan mayatnya membusuk, smentara korban yang belum ditemukan yaitu H. Banna, kemungkinan sudah meninggal juga dan posisinya tidak jauh dari tempat ditemukannya Didin," terangnya.

INFOSULBAR.COM, Matra — Kekecewaan terbesit saat memperingati Hari Ulang Tahun Ke-10, Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara (IPMA Matra) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di hotel Tamborang Mamuju, belum lama ini.
 
Betapa tidak, pemerintah daerah Mamuju Utara dan DPRD yang diharapkan hadir tidak kunjung ada. Hal itu diutarakan pendiri IPMA Matra, Anhar saat membawakan sambutannya.
 
"Ini bukan pertama kalinya, bahkan sejak organisasi daerah ini terbentuk tak pernah sekali pun, jangankan bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, pihak pemerintah dan DPRD Matra yang lain pun tak pernah sekali saja menghadiri kegiatan atau mau berkunjung ke asrama Ipma Matra. Ini sangat tidak adil, padahal keberadaan kita di sini itu resmi secara kelembagaan dan cukup eksis," kata Anhar dengan nada kecewa.
 
Menurut Anhar, di Matra, cukup banyak orang-orang yang pernah merasakan dukanya tinggal di asrama, berdinamika dalam organisasi daerah seperti Ipma Matra ini.
 
Sebut saja Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, Wakil Ketua DPRD Matra, Musawir, Lukman Said dan banyak lagi di OPD lainnya.
 
"Saya juga heran, mengapa mereka sangat mengabaikan teman-teman yang ada di sini, padahal di ibukota Sulbar ini wajah Matra, mereka selalu hanya janji untuk difasilitasi asrama permanen tapi hanya omongkosong, sampai sekarang kawan-kawan mengusulkan pembelian lokasi itu tidak ada. Sementara di tempat lain itu ada asrama permanen, entah ada apa dengan pemerintah kita, mungkin lagi sibuk wara-wiri dengan mobil Alphard-nya yang nilainya fantastis, bisa lebih kalau untuk asrama dan beli lokasi," tegas Anhar.
 
Anhar berharap, pemerintah Kabupaten Matra bisa membuka mata hatinya, memberikan perhatiani, tidak terkesan pilih kasih dan membeda-bedakan.
 
"Jika masih juga seperti itu, saya yakin kawan-kawan punya cara untuk mengingatkan pemerintah kita, apakah dijalan, kepada orangtua, keluarga atau kepada seluruh masyarakat Matra pada umumnya sehingga tidak ada niat baik pemerintah kiat menyiapkan SDM pada generasi muda pelanjut estafet Matra, biar diberikan sanksi moral, tidak pilih lagi dalam ajang apapun," kata mantan ketua pertama Ipma Matra ini.
 
"Sedihkan rasanya, jika malam ini hanya pak Kabid, mewakili Dinas Pemuda Olahraga yang hadir, padahal ada rangkaian kegiatan temu wicara, disini kita berharap ada proses dialog yang bisa membangun dan menjadi rekomendasi pemerintah," imbuhnya.
 
Sementara itu, salah seorang pengurus Ipma Matra Sulbar, Wandi, meminta Kepala Bidang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar, untuk menyampaikan kepada Kepala Dinas pemuda dan Olahraga Sulbar, Herdin Ismail, untuk disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra).
 
"Tolong Pak, tolong sampaikan ke Kadis, teman-teman Ipma Matra yang ada di Mamuju agar harus diperhatikan. Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara tidak merespon kegiatan-kegiatan teman Ipma Matra di Mamuju. Itu tidak merespon sama sekali. Tolong disampaikan ke Kadispora, agar disampaikan kepada bapak Bupati Kabupaten Mamuju Utara," Ucap Wandi.
 
Dia menilai, Pemerintah Kabupaten Matra pilih kasih dalam memfasilitasi organisasi daerah yang berasal dari Kabupaten Matra.
 
"Pemerintah di Matra dalam hal ini, mereka pilih kasih. Kenapa saya bilang pilih kasih, teman Ipma Matra yang sudah lama ada di Mamuju belum mempunyai asrama yang permanen, teman-teman di Makassar sudah memiliki asrama yang sudah permanen. Teman-teman di Palu juga begi. Teman-teman di Jogja juga begitu dan teman-teman yang di Majene. Itu pilih kasih ya pak," tegasnya.
 
Sebelum digelarnya hari jadi Ipma Matra, lanjut Wandi, pengurus Ipma Matra sempat menemui Bupati Matra, namun dinilai seolah-olah mengabaikan Ipma Matra.
 
"Teman-teman turun kemarin (Matra. Red), menemui Pak Bupati, apa dia bilang Bupati 'Insyaallah', bapak Bupati tanggal 30 datang disini (Mamuju. Red) kemarin, dia tahu bahwasanya teman Ipma Matra di Mamuju membuat kegiatan ini, setelah itu dia pulang," pungkasnya.

INFOSULBAR.COM, Matra — Ikke Nurjannah sukses menghibur ribuan masyarakat Mamuju Utara (Matra) di kampanye terbatas pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta, Minggu (22/01).
 
SDK-Kalma mempersembahkan Ikke Nurjannah sebagai artis utama untuk menghibur ribuan massa di kampanyenya. Selain penampilan artis berparas manis itu, SDK-Kalma juga menampilkan jawara d'Academy 3, Ical, serta Nurdin sang pemenang KDI 4. Ada juga Bonita, artis lepasan d'Academy 1 yang mengisi sesi hiburan di kampanye di pusat kota Pasangkayu tersebut.
 
"Senyumlah untuk semua orang, tapi pilihanmu satu... SDK-Kalma...," sebut Ikke Nurjannah saat mengawali penampilannya di lagu 'senyum dan hatimu'.
 
Ikke sukses menghipnotis ribuan massa di kampanye SDK-Kalma dengan beberapa hits yang ia bawakan. Begitu pun kala sederet orasi politik yang dibawakan oleh beberapa tokoh.
 
SDK saat mengawali orasi politiknya mengatakan, Pemilukada 2017 merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan siapa yang paling tepat untuk memimpin Sulawesi Barat di masa mendatang. Menurutnya, publik mestinya lebih padai, lebih cerdas dalam menggunakan hakpolitiknya di pesta demokrasi masyarakat Sulawesi Barat tersebut.
 
"Pilih pemimpin yang memperhatikan hak-hak masyarakat kelas bawah. Pemimpin yang bisa bergaul dengan masyarakat kelas bawah. Bukan yang hanya mementingkan dirinya sendiri, mementingkan kelompoknya sendiri. Kami, saya dan Pak Kalma punya komitmen untuk lebih memperhatikan masyarakat kelas menengah ke bawah. Jangan salah pilih, jangan sampai kita memilih penguasa, bukan memilih pemimpin," seru SDK di hadapan ribuan massa yang hadir.
 
Bupati Mamuju dua periode itu kembali menyuarakan beberapa program prioritasnya. Di hadapan ribuan masyarakat Matra, SDK berkomitmen untuk menggratiskan seragam sekolah bagi anak didik usia SMA sederajat, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, pemerataan anggaran infrastruktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten, serta pemberian kartu BPJS bagi masyarakat.
 
"Ada yang bilang, program prioritas saya itu tidak realistis untuk diwujudkan. Di sini saya tegaskan, anggapan seperti itu hanya berlaku bagi mereka yang otaknya tidak sampai kesitu. Saya sudah berpikir jauh untuk dapat mewjudkan program tersebut. Dan saya tegaskan, itu bisa kita lakukan," tegas Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat itu.
 
Ia juga menyinggung soal kondisi birokrasi yang ada di Sulawesi Barat. Faktanya, hingga kini sudah ada belasan pejabat eselon II di lingkup pemerintah provinsi yang tersangkut kasus korupsi. Menurutnya, parahnya kondisi birokrasi di Sulawesi Barat tersebut terjadi lantaran adanya kekeliruan dalam mengelola pemerintahan.
 
"Kalau saya yang jadi Gubernur, maka saya jaminkan tidak akan ada lagi pejabat eselon II yang tersangkut kasus hukum. Itu semua yang harus kita perbaiki," ungkap peraih doktor di Universitas Airlangga Surabaya itu.
 
"Senyumlah untuk semua orang, tapi hatimu jangan. Cintamu, pilihanmu hanya untuk SDK-Kalma," cetus SDK.
 
Sementara itu, Kalma Katta dalam orasi politiknya lebih banyak menyinggung soal kemampuan dan pengalaman yang telah ia miliki bersama SDK dalam memimpin pemerintahan. Menurutnya, pengalaman tersebut akan dijadikan modal utama dalam mengurus 6 kabupaten yang ada di provinsi ke-33 ini.
 
"Terus terang, saya sangat bahagia. Sangat bangga rasanya. Di setiap kesempatan kampanye kami, semuanya melampaui target. Termasuk di Pasangkayu ini. Saya berterima kasih untuk dukungan rakyat Matra yang telah bahu membahu untuk mendukung SDK-Kalma di Pilkada 2017 ini," ungkap Kalma Katta.
 
Kampanye SDK-Kalma di Pasangkayu tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh politik. Mereka diantaranya, ketua tim pemenangan SDK-Kalma, Sukardi M nur, ketua tim kampanye SDK-Kalma, Suraidah Suhardi, Wakil ketua DPRD Matra, Musawir Az Ihsam, Ketua DPRD Mateng, Arsal Aras, Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari, serta sejumlah pengurus partai pengusung dan pendukung SDK-Kalma; Demokrat, Hanura, PKS dan PBB.
 
"SDK-Kalma hadir tidak membawa suku tertentu, tidak membawa agama tertentu, tidak pula membawa golongan tertentu. SDK-Kalma hadir untuk seluruh masyarakat di Sulbar ini. Mari di antara kita untuk saling bahu membahu memenangkan beliau. Hanya beliau lah yang memiliki komitmen untuk menjadi seorang pemimpin bagi seluruh masyarakat di Sulbar dengan keanekaragamannya. Beliau bukan penguasa yang hanya ingin dilayani," kata Irwan Pababari.

INFOSULBAR.COM, Matra  — Agenda kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta terus bergulir. Senin (05/12/16) kemarin, giliran Kecamatan Baras, Mamuju Utara (Matra) yang dijadikan titik kampanye Pasangan Calon Nomor urut 1 ini.
 
Tak kurang dari 5 Ribu massa pendukung dan simpatisan SDK-Kalma turut hadir memenuhi tempat pelaksanaan kampanye kali ini. Menyapa ribuan pendukungnya hari itu, SDK-Kalma turut didampingi sejumlah nama beken lainnya, seperti Ketua DPRD Sulawesi Barat, Andi Mappangara, Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, serta Ketua DPRD Matra, Musawir Az Ihsam.
 
Sejumlah pengurus teras Partai pengusung juga terlihat hadir pada kampanye SDK-Kalma hari itu. Selain beberapa Anggota DPRD baik dari level Provinsi, maupun dari Kabupaten.
 
Dalam orasi politiknya, Pasangan Calon yang diusung Demokrat, Hanura, PKS dan PBB ini kembali menyuarakan komitmennya untuk melakukan perbaikan terhadapan tata kelola pemerintahan di Sulawesi Barat. Beberapa hal yang perlu mendapat perbaikan, akan disempurnakan oleh SDK-Kalma jika di Pemilukada 15 Februari 2017 nanti keduanya berhasil meraih suara mayoritas dari masyarakat.
 
"Kami akan melanjutkan semua yang kami anggap telah baik. Dan pastinya, akan kami tinggalkan semua hal yang dianggap buruk. Kami berkomitmen menciptakan jalannya pemerintahan yang jauh lebih bersahabat dengan masyarakat. Bisa melayani dan lebih dekat dengan sumber permasalaan yang ada di tengah masyarakat," terang SDK di awal orasi politiknya.
 
SDK juga menyuarakan beberapa program prioritasnya jika kelak ia dan Kalma Katta dipercaya untuk memimpin pemerintahan di Sulawesi Barat. Program prioritas tersebut seperti penggratisan seragam sekolah untuk usia SMA sederajat, pembagian kartu BPJS kepada seluruh masyarakat, serta pembagian anggaran infrastrktur senilai Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten.
 
"Khusus di Matra ini, kami akan membuka ruang investasi seluas-luasnya kepada siapapun yang memiliki keinginan menanamkan investasinya di sini. Sebut saja perusahaan kelapa sawit, kami tetap menjaminkan diri agar iklim investasi itu tetap bersahabat bagi para pengusaha, tetapi juga tidak merugikan masyarakat. Kami pemerintah berkomitmen untuk tetap berada di tengah-tengah. Pengusaha tidak rugi, secara bersamaan, masyarakat juga tetap diuntungkan," jelas SDK, pria peraih gelar Doktor Ekonomi Islam Universitas Airlangga Surabaya itu.
 
Di tempat yang sama, Kalma Katta menyebut berdirinya Matra sebagai satu daereh otonom tak lepas dari peran vital seorang SDK. Menurutnya, Matra yang saat ini telah jauh berkembang merupakan bukti nyata betapa sosok SDK memiliki visi yang cukup jelas.
 
"SDK pernah jadi Ketua DPRD di Mamuju, pernah juga jadi Bupati di Mamuju. Beliau terlibat aktif pada proses pemekaran Matra ini. Saat ini, bisa kita rasakan sendiri, bagaimana efek positif dari pemekaran daerah yang dilakukan SDK tersebut, Matra dan Mateng sudah bisa merasakan betapa visi membangun yang dimiliki oleh SDK benar-benar terbukti adanya," kata Kalma.
 
Di hadapan ribuan massa pendukungnya, Kalma yang juga Bupati Majene 2 periode itu menegaskan, segudang pengalaman membangun baik yang dimiliki oleh SDK maupun yang telah ia raih, sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dasar dalam mengabdikan diri melayani masyarakat yang ada di 6 Kabupaten di Sulawresi Barat.
 
"Karena pengalaman itulah saya memutuskan untuk mendampingi SDK di Pilkada nanti. Yang ingin kita capai nantinya ialah lahirnya pemerintahan yang jauh lebih melayani, tanpa sekat elitis serta tata keprotokoleran yang kaku," tegas Kalma Katta.
 
Sementara itu, Musawir menilai, pasangan SDK-Kalma adalah paket komplit dengan segudang pengalaman dan prestasi yang telah dimiliki. Untuk masyarakat Sulawesi Barat yang cukup heterogen, Musawir yang juga Ketua DPC Demokrat Matra itu menyebut, SDK-Kalma adalah figur yang mampu memposisikan diri berada di semua latar belakang sosial masyarakat yang ada di Sulawesi Barat.
 
"SDK-Kalma ini sudah terbiasa memimpin masyarakat yang multi etnis, multi ras, serta masyarakat dengan beragam latar belakang agama dan golongan. Keduanya merupakan sosok yang nasionalis. Untuk kita di Matra ini, SDK-Kalma adalah calon pemimpin yang tepat bagi kondisi masyarakat kita yang datang dari beragam latar belakang sosial. Keduanya tidak pernah melihat masyarakat dari latar belakang suku, agama, ras atau golongannya. Atas dasar itu, SDK-Kalma-lah yang paling bisa memberi perubahan positif bagi pembangunan di Sulbar ini," terang Musawir Az Ihsam.
 
Seperti biasa, gelaran kampanye SDK-Kalma di ujung utara wilayah Sulawesi Barat itu juga menampilkan penampilan spesial dari sederet artis dangdut kenamaan. Nama-nama seperti Nurdin 'KDI', serta beberapa artis lepasan 'd'Academy' lainnya turut menghibur ribuan massa dan simpatisan SDK-Kalma pada kampanye tersebut.

More Articles ...