27
Tue, Jun
34 New Articles

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Sejumlah petani sawit di kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) mengaku masih was-was untuk berkebun.

Hal itu disebabkan oleh kejadian yang menimpa Akbar (25), petani sawit di Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Mateng yang ditelan seekor ular Phyton, Minggu (27/3/17) lalu.

Salah satunya Fajrianto (42) seorang petani sawit di Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mateng, mengaku hampir dua pekan ini tak lagi ke kebun.

"Bukan hanya saya, bahkan sebagian warga lain juga merasa takut akibat dari kejadian yang menimpa Akbar ini," katanya kepada INFOSULBAR.COM, Senin (11/4/17).

Hal senada juga diakui oleh Rusdia (53), warga Desa Lara. Ia tak pernah lagi ke kebunnya akibat kejadian yang menimpa Akbar.

"Iya, selama ada kejadian Akbar, saya sendiri tidak pernah ke kebun. Apalagi saya dengar-dengar, masih banyak ular sawah (Phyton) yang berkeliaran," ucapnya.

Padahal kata Rusdia, sebelum kejadian itu dirinya sangat rajin ke kebun untuk membersihak dan memanen sawitnya.

"Sebelum kejadian saya sangat rajin. Tapi setelah kejadian saya sudah merasa was-was ke kebun," pungkasnya.

INFOSULBAR.COM, Mateng — Akbar (25) warga Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) ditemukan tewas di kebun sawit miliknya, Senin (27/3) malam. 

Korban diketahui sebelumnya meninggalkan rumah sejak Minggu (26/3/2017) pukul 09.00 Wita, pagi, menuju kebun sawit miliknya untuk memanen. Namun, keesokan harinya korban tak kunjung pulang.

Barulah setelah Senin (27/3/2017) warga kompak untuk mencari korban. Rupanya, Akbar tewas ditelah seekor ular phyton (Ular Sawah) dengan panjang kurang lebih empat meter.

Korban dipastikan tewas setelah sejumlah warga membelah perut ular dan menemukan jasad korban di dalamnya.

Kepada wartawan, saksi mata yang juga keluarga korban, Satriawan mengatakan, tepat pukul 22.00 Wita, warga menemukan seekor ular di kebun milik korban. Warga langsung membedah perut ular tersebut dan mendapati jasad korban yang sudah tidak bernyawa.

“Dirumpa di lokasina, inne A’ba sementara mandodos sawit, ampunna dikita dilokasi anu’ ingeanna dirumpa’, tisembur nasang itte sawitna, anggana inne dibokko su’be diboko (Ditemukan di lokasinya, awalnya akbar ini memanen sawit, dilihat dari kondisi lokasi tempat korban ditemukan, sawit hasil panennya berhamburan, kuat dugaan dia diserang dari belakang red.),” ujar Satriawan, seperti yang dikutip dari Mediaekspres.com.

Saat ini, korban telah dievakuasi warga ke rumah duka. Akibat kejadian ini, banyak warga yang berdatangan untuk mengetahui pasti kronoligis kejadian. Bahkan tersiar kabar, ular phyton tersebut sebelumnya sempat memunculkan diri, dengan dipenuhi luka bekas sayatan parang.

More Articles ...

Page 1 of 5