20
Sat, Jan
4 New Articles

Gelar FGD Lambang dan Sesanti Kodam XIV Hasanuddin, Korem 142 Tatag Libatkan Masyarakat

Mamuju
Typography

INFOSULBAR.COM, Mamuju - Komando Resort Militer (Korem) 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Lambang dan Sesanti Kodam XIV/Hasanuddin, Jumat (22/12/17) di Makorem 142 Tatag, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Kepala Staf Korem 142 Tatag, Letkol Arh. M. Imran, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa lambang dan sesanti merupakan bagian dari tradisi yang merupakan cerminan tanda diri, ciri khas dan kebiasaan suatu kesatuan.
 
"Lambang dan Sesanti dapat dijadikan sebagai salah satu sarana yang bertujuan untuk memupuk semangat juang dan jiwa keprajuritan, mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan Nasional, Kepemimpinan, dan mewujudkan soliditas satuan dan jiwa korsa.
 
Menurut Imran, keberhasilan tugas militer selain ditentukan oleh kualitas manajerial dan kualitas dari wawasan ilmu pengetahuan juga dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dari seorang pemimpin.‎ Sehingga, FGD ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dan masukan dari semua pihak.
 
"Olehnya saya berharap peserta dapat memberikan masukan, tanggapan dan saran tentang lambang dan sesanti Kodam XIV/Hasanuddin‎ ini," harap Imran.
 
Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Dewan Kehormatan Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS), Andrian Susandi. Ia mengaku, kegiatan dengan melibatkan semua unsur masyarakat adalah cara Korem 142 Tatag yang patut diapresiasi.
 
"Ini harus diapresiasi, sebab lebih terbuka kepada publik dan dilibatkan dalam memberikan ide dan gagasan terkait lambang dan sesanti Kodam XIV Hasanuddin," ucapnya.
 
Dalam kesempatan itu, salah satu tokoh pemuda Sulbar Ashari Rauf, mengungkapkan bahwa lambang dan sesanti yang sebelumnya sudah diresmikan oleh Panglima TNI-AD sudah sangat sesuai dengan kultur, sosial dan budaya masyarakat di wilayah yang dinaungi oleh Kodam XIV/Hasanuddin.
 
"Saya sepakat dengan lambang dan sesanti yang sekarang dipergunakan Kodam XIV Hasanuddin, yang dalam lambang tersebut terdapat pohon lontara atau pohon siwalan yang menjadi simbol kekokohan masyarakat Sulawesi di masa lalu, sebab semua bagian dari pohon tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan simbol kekuatan serta kekohan," jelasnya.
 
Khusus untuk sesanti "Setia Hingga Akhir", menurut Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mamuju ini, dari perspektif Agama dan budaya juga sudah sangat sesuai. 
 
"Sesantinya juga sudah sangat pas 'Setia Hingga Akhir'. Dari persfektif Agama berarti tentang keistiqamahan. Dari perspektif budaya, kalimat sesanti setia hingga akhir adalah komitmen yang lahir dari kultur masyarakat Mandar, khususnya Mamuju," ucapnya.
 
Misalnya, tambah Ashari, di tanah Mandar ini terdapat petuah dan wejangan masyarakat di masa lampau yang yang menjadi wejangan dan harus diteladani dan dijalankan sebagai kekuatan masyarakat.
 
"Sisaraqpai batu mata mapute annaq batu mata malotong annaq sisaraq pitu ulunna salu pitu baqbana binanga. Kemudian situruq pau, kedo annaq gauq. Lalu Ampunna u'demo mala mukondongngi, musululluqi, mulengkai, lamung guntuqmu, pakatettes pangkurruqmu, adalah wejangan kearifan lokal masyarakat Mandar, khususnya Mamuju," sebut Ashari yang juga Ketua Dewan Kehormatan IJS, menggunakan bahasa daerah.
 
Sekadar diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Kasrem 142 Tatag Letkol Arh. M. Imran, Kepala Dispop Sulbar Herdin Ismail, perwakilan FKPPI Suardi Mappeabang, perwakilan Depag Mamuju  H. Namru Asdar, Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Sulbar, Awaluddin Mustafa, tokoh pemuda Sulbar Ashari Rauf, Dewan Etik IJS Andrian Susandi, LSM Jari Manis Adriansyah, Sekretaris KNPI Sulbar Ahmad Amran Nur, perwakilan Veteran Mamuju, dan para peserta dari Korem 142 Tatag.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS