18
Fri, Aug
17 New Articles

2 Pemuda Terima Penghargaan dari BNNP Sulbar, Ini Profil Singkatnya

Mamuju
Typography
INFOSULBAR.COM, Mamuju —  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat memberikan piagam penghargaan kepada dua tokoh pemuda Sulbar, dalam acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (13/7/17) kemarin, yang digelar di ruang pola aula lantai IV Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
 
Hadir sejumlah unsur dalam acara itu, seperti TNI, Polri, Pemerintan Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengurus Bhayangkara Sulbar dan Bhayangkara Polres Mamuju. Selain itu, hadir juga beberapa ormas Islam, petani, pelajar, mahasiswa, media, OKP, LSM, Osis dan beberapa organisasi lainnya.
 
Siapakah kedua tokoh yang mendapat penghargaan itu?
 
Piagam penghargaan pertama diberikan kepada Ashari Rauf yang diwakili oleh Nurfadilah. Pemuda kelahiran Salubarana, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) 08 Desember 1988 itu adalah pentolan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju. Ia lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, pasangan Abd. Rauf (Alm) dan Satia Daeng Mageto.
 
Sejak masih kuliah, ia memang dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang aktif dalam dunia gerakan dan organisasi. Berbagai organisasi ia digeluti. Hingga memimpin beberapa organisasi kepemudaan (OKP) bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
 
Bahkan, diusianya yang masih 28 Tahun ini, Ashari yang kini tercatat sebagai salah satu penyiar radio ini telah masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Barat. Tak heran, jika ia pun banyak menghabiskan waktunya di mimbar-mimbar masjid untuk berceramah dan berdakwah.
 
Dalam membuktikan kontribusinya melawan dan memerangi Narkoba di Sulbar, Ashari, sejak masih mahasiswa memang sudah mengabdikan dirinya untuk berkomitmen menjauhi dan memerangi peredaran 'Barang Haram Itu'.
 
Juga, kerapkali Ia memanfaatkan waktunya untuk menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba bagi generasi, baik saat ia menjadi narasumber di berbagai kegiatan organisasi, maupun saat berceramah di masjid-masjid.
 
Selain itu, Ashari juga menjadi salah satu pemuda yang mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Narkoba di Sulbar, melalui Ormas Gemas Anti Muda-mudi Narkoba dan LSM Jari Manis yang sempat ia pimpin.
 
Dari kedua ormas itu, Ashari yang juga pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mamuju juga aktif melakukan diskusi dan seminar pencegahan narkoba di Sulbar.
 
Sementara, pemuda kedua yang mendapat penghargaan dari BNNP Sulbar adalah Andika Parman. Pria sapaan Andika ini lahir di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 13 September 1991.
 
Pemuda yang memiliki aktifitas padat di berbagai organisasi ini juga telah memberikan sumbangsih nyata dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Majene sejak tahun 2010 hingga sekarang.
 
Maraknya penyalahgunaan narkoba membuat pemuda yang bertempat tinggal di Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Majene ini bertekad untuk mendharma baktikan dirinya dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.
 
Kedua tokoh ini dianggap layak mendapatkan penghargaan di acara puncak HANI 2017. Keduanya pun mendapat apreasiasi dari Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Dedi Sutarya.
 
"Kami mengapresiasi atas upaya dan keinginan besar kedua tokoh pemuda ini. Saya berharap agar gerakan perang dan melawan penyalahgunaan narkoba di Sulbar tetap digalakkan," harap Dedi Sutarya kepada sejumlah wartawan.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS