23
Sat, Sep
12 New Articles

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) menghadiri pesta panen raya di Dusun Batu Papan, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Senin, 18 September 2017.
 
Dalam kesempatan itu, Ali Baal Masdar menyampaikan, terkait kemajuan infrastruktur dan pertanian Sulawesi Barat kedepan, dirinya akan tetap berusaha dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulbar, khususnya warga Batu Papan..
 
"Kita menginginkan semua persawahan yang ada di Sulbar masuk dalam IP 300, dan saya harapkan semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik," kata ABM.
 
Mantan Bupati Polman dua periode itu berjanji, akan memberikan bantuan pengadaan satu unit traktor bagi petani, pemberian bibit dan jaminan kesehatan, serta menyegerakan proyek lanjutan penyelesaian bendungan di Dusun Batu Papan yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 200 miliar lebih.
 
Terkait bendungan yang sudah pernah ada namun belum berjalan maksimal, kata ABM, kesalahan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari Pemerintah setempat, melainkan kesalahan kontraktor yang tidak profesional.
 
Untuk itu, lanjut ABM, kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak mencampuri dunia kontraktor.
 
"Untuk bendungan tersebut akan dikerjakan tahun ini, dan akan menghabiskan anggaran Rp 200 miliar. Olehnya, diharapkan dalam tahap penyelesaiannya dapat dikelola oleh orang profesional," beber Gubernur yang baru menjabat sekira 4 bulan ini.
 
Sementara, Bupati Mamuju Habsi wahid mengutarakan, selama ini memang masyarakat Papalang merasakan dampak kurang sinerji antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju.
 
"Namun masalah ini dianggap sudah menemukan titik terang, terbukti dengan hadirnya para pimpinan daerah di Dusun Batu Papan. Baru saat ini Gubernur dan Bupati Mamuju bisa bersinergi dan hadir dalam syukuran masyarakat di Dusun Batu Papan," katanya.
 
Habsi menyadari, dirinya bersama Wakil Bupati belum banyak melakukan perubahan. Olehnya, Ia berjanji kepada masyarakat setempat akan menyelesaikan tahapan-tahapan program kerja pemerintahan.
 
"Mohon bersabar, karena program yang kami lakukan adalah program bertahap," ujarnya.
 
Habsi juga mengemukakan, panen raya di Dusun Batu Papan berhasil memproduksi lima ton padi per hektar, hal tersebut sudah diketahui secara seksama, persawahan yang ada belum diairi dengan baik.
 
"Jika perairan persawahan tersebut mampu diselesaikan dengan baik dalam waktu singkat maka tidak menutup kemungkinan stok Padi di Dusun Batu Papan mampu menghasilkan delapan hingga sembilan ton per hektar," ucapnya.
 
Sehingga, sambung Habsi, terkait program kerja antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan dibangun sinergitas yang baik, khususnya dalam bidang pertanian dalam rangka peningkatan produktivitas persawahan yang ada di Sulbar, khususnya di Kabupaten Mamuju.
 
"Saya selaku Bupati Mamuju dan Bapak Gubernur akan selalu melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya," kunci mantan Sekda Mamuju ini.

INFOSULBAR.COM, Mamuju - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kembali melakukan mutasi.
 
Berdasarkan surat telegram rahasia Mabes Polri bernomor ST/2162/I×/2017 pertanggal 9 Seprember 2017, menyebutkan Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rifai akan dimutasi.
 
Rifai akan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Polman Polda Sulbar.
 
Kapolres Mamuju yang bertugas sekira setahun lebih itu, akan digantikan oleh AKBP Muhammad Rivai Arvan, yang sebelumnya bertugas sebagai Analis Kebijakan Muda Ditpidum Bareskrim Polri.
 
Sementara, Kapolres Polman AKBP Hanny Andhika Sarbini, akan diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirintelkam Polda Sulbar.
 
Tak hanya Kapolres Mamuju, berdasarkan surat telegram rahasia tersebut juga menyebutkan, Kapolres Mamasa AKBP Suhendro, juga ikut dimutasi atau ditarik ke Mabes Polri.
 
AKBP Suhendro akan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagdalops Bagops Korbrimob Porli.
 
Sehendro akan digantikan oleh AKBP Arianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Pemen Polda Sulbar.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Dua hari setelah menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat di acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, tokoh pemuda Sulbar Ashari Rauf langsung tancap gas.
 
Senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini langsung menghadiri acara dialog mahasiswa Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju. Ashari menyampaikan materi tentang "Peran dan Fungsi Mahasiswa Dalam Pencegahan Narkoba".
 
Dalam kesempatan itu, Ashari terlebih dahulu memberikan pemahaman secara umum tentang narkoba, termasuk jenis-jenis narkoba.
 
"Adik-adik harus memahami bahwa Narkoba itu adalah Narkotika dan obat/bahan berbahaya atau obat-obatan terlarang. Ada juga istilah dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, itu adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif," sebut Ashari.
 
Ia juga menguraikan, bahwa hingga 2016 pengguna narkoba di Sulbar tercatat sebanyak 17.500 lebih.
 
"Jumlah ini sangat fantastis adik-adik sekalian. Bayangkan saja, kita di Sulbar peringkat ke-16 dari 34 Provinsi di Indonesia. makanya, Sulbar masuk kategori darurat narkoba," tegasnya.
 
Olehnya, Ketua LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulbar ini menyampaikan bahwa peran mahasiswa dalam melawan dan memerangi narkoba di Sulbar sangatlah vital.
 
"Adik-adik harus jadi volunteer (Sukarelawan) melawan peredaran narkoba ini. Adik-adik adalah generasi masa depan daerah dan bangsa, sehingga harus melawan dan bahkan jadi relawan dalam memberantas narkoba masuk ke daerah kita," ucapnya.
 
Cara mahasiswa berperan, lanjut Ashari, tentu mampu memfungsikan lembaga-lembaga dan organisasi yang digeluti oleh masing-masing Mahasiswa.
 
"Yang ada di pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) atau organisasi eksternal lainnya, mahasiswa bisa berperan, bagaimana organisasi itu menjadi garda terdepan dalam melawan narkoba. Tentu melalui keterlibatan secara aktif dari adik-adik mahasiswa, karena peran ini sangat efektif, kita bisa bergerak di semua ruang organisasi," ujarnya.
 
Ashari juga meminta kepada peserta dialog agar melaporkan ke pihak terkait apabila ada oknum yang dicurigai melakukan peredaran narkoba. Termasuk melaporkan kepada pihak yang berwenang jika ada anggota keluarga yang mengonsumsi narkoba.
 
"Kalau ada yang adik-adik ketahui mengedar narkoba langsung laporkan. Kemudian, jika memang ada anggota keluarga yang sudah jadi pengonsumsi, maka bisa dilaporkan juga ke BNNP Sulbar, tidak akan ditangkap, justru akan direhabilitasi, dan itu akan dirawat secara gratis," kuncinya.

INFOSULBAR.COM, Mamuju —  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat memberikan piagam penghargaan kepada dua tokoh pemuda Sulbar, dalam acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (13/7/17) kemarin, yang digelar di ruang pola aula lantai IV Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
 
Hadir sejumlah unsur dalam acara itu, seperti TNI, Polri, Pemerintan Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengurus Bhayangkara Sulbar dan Bhayangkara Polres Mamuju. Selain itu, hadir juga beberapa ormas Islam, petani, pelajar, mahasiswa, media, OKP, LSM, Osis dan beberapa organisasi lainnya.
 
Siapakah kedua tokoh yang mendapat penghargaan itu?
 
Piagam penghargaan pertama diberikan kepada Ashari Rauf yang diwakili oleh Nurfadilah. Pemuda kelahiran Salubarana, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) 08 Desember 1988 itu adalah pentolan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju. Ia lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, pasangan Abd. Rauf (Alm) dan Satia Daeng Mageto.
 
Sejak masih kuliah, ia memang dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang aktif dalam dunia gerakan dan organisasi. Berbagai organisasi ia digeluti. Hingga memimpin beberapa organisasi kepemudaan (OKP) bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
 
Bahkan, diusianya yang masih 28 Tahun ini, Ashari yang kini tercatat sebagai salah satu penyiar radio ini telah masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Barat. Tak heran, jika ia pun banyak menghabiskan waktunya di mimbar-mimbar masjid untuk berceramah dan berdakwah.
 
Dalam membuktikan kontribusinya melawan dan memerangi Narkoba di Sulbar, Ashari, sejak masih mahasiswa memang sudah mengabdikan dirinya untuk berkomitmen menjauhi dan memerangi peredaran 'Barang Haram Itu'.
 
Juga, kerapkali Ia memanfaatkan waktunya untuk menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba bagi generasi, baik saat ia menjadi narasumber di berbagai kegiatan organisasi, maupun saat berceramah di masjid-masjid.
 
Selain itu, Ashari juga menjadi salah satu pemuda yang mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Narkoba di Sulbar, melalui Ormas Gemas Anti Muda-mudi Narkoba dan LSM Jari Manis yang sempat ia pimpin.
 
Dari kedua ormas itu, Ashari yang juga pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mamuju juga aktif melakukan diskusi dan seminar pencegahan narkoba di Sulbar.
 
Sementara, pemuda kedua yang mendapat penghargaan dari BNNP Sulbar adalah Andika Parman. Pria sapaan Andika ini lahir di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 13 September 1991.
 
Pemuda yang memiliki aktifitas padat di berbagai organisasi ini juga telah memberikan sumbangsih nyata dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Majene sejak tahun 2010 hingga sekarang.
 
Maraknya penyalahgunaan narkoba membuat pemuda yang bertempat tinggal di Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Majene ini bertekad untuk mendharma baktikan dirinya dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.
 
Kedua tokoh ini dianggap layak mendapatkan penghargaan di acara puncak HANI 2017. Keduanya pun mendapat apreasiasi dari Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Dedi Sutarya.
 
"Kami mengapresiasi atas upaya dan keinginan besar kedua tokoh pemuda ini. Saya berharap agar gerakan perang dan melawan penyalahgunaan narkoba di Sulbar tetap digalakkan," harap Dedi Sutarya kepada sejumlah wartawan.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Gelaran Manakarra Local Wisdom resmi dibuka, Rabu (12/07) sore. Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari secara resmi membuka salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Mamuju ke-477 itu.
 
Kompleks rumah adat Mamuju yang jadi lokasi kegiatan, sore itu terlihat cukup ramai. Perwakilan OPD, anak usia sekolah, serta masyarakat pada umumnya, sore itu terlihat berkumpul, menghadiri ceremoni permbukaan Manakarra Local Wisdom.
 
"Kegiatan ini cukup positif. Ini upaya kami untuk melestarikan permainan tradisional khususnya yang ada di Mamuju. kita ingin melestarikan permainan tradisional daerah, karena semakin majunya teknologi banyak anak–anak yang lupa permainan itu bahkan tidak tahu sama sekali permainan tradisionalnya," sebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mamuju, Sahari Bulan.
 
Manakarra Local Wisdom, adalah even yang secara khusus digelar untuk memeriahkan hari jadi Mamuju. Di sana juga digelar beragam permainan tardisional yang sempat booming di era 90-an.
 
Selain menampilkan aneka permainan tradisional, di Manakarra Local Wisdom juga digelar kompetisi fotografi dan pameran foto. Tarung foto sendiri memperlombakan beragam karya fotografi untuk 3 kategori; hunting, instagram dan on the spot.
 
"Kegiatan ini selain bentuk promosi kita akan aneka permainan tradisional, juga adalah upaya nyata untuk mempertahankan kebudayaan kita di Mamuju ini. Diharapkan generasi muda kita tidak begitu saja melupakan kebudayaan kita sendiri. Kita berharap dengan even semacam ini kekayaan kearifan lokal di daerah kita akan senantiasa terjaga dan tetap menjadi kebanggaan kita bersama," jelas Irwan SP Pababari.
 
"Karenanya saya mengajak kita semua untuk tetap mencintai dan melestarikan segala kekayaan yang kita miliki, karena dengan rasa cinta dan bangga saya yakin akan muncul niat dan tindakan untuk senantiasa menjaga kearifan lokal yang ada di Daerah kita," sambungnya.
 
Selain perwakilan OPD dan anak usia sekolah, turut hadir pada ceremoni pembukaan sore itu Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, serta Kasdim 1418 Mamuju Andi Ismail.
 
Manakarra Local Wisdom sendiri rencananya bakal digelar selama 3 hari berturut-turut. Dibuka 12 Juli dan akan ditutup secara resmi pada 14 Juli 2017.

More Articles ...