18
Fri, Aug
17 New Articles

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Dua hari setelah menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat di acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, tokoh pemuda Sulbar Ashari Rauf langsung tancap gas.
 
Senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini langsung menghadiri acara dialog mahasiswa Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju. Ashari menyampaikan materi tentang "Peran dan Fungsi Mahasiswa Dalam Pencegahan Narkoba".
 
Dalam kesempatan itu, Ashari terlebih dahulu memberikan pemahaman secara umum tentang narkoba, termasuk jenis-jenis narkoba.
 
"Adik-adik harus memahami bahwa Narkoba itu adalah Narkotika dan obat/bahan berbahaya atau obat-obatan terlarang. Ada juga istilah dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, itu adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif," sebut Ashari.
 
Ia juga menguraikan, bahwa hingga 2016 pengguna narkoba di Sulbar tercatat sebanyak 17.500 lebih.
 
"Jumlah ini sangat fantastis adik-adik sekalian. Bayangkan saja, kita di Sulbar peringkat ke-16 dari 34 Provinsi di Indonesia. makanya, Sulbar masuk kategori darurat narkoba," tegasnya.
 
Olehnya, Ketua LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulbar ini menyampaikan bahwa peran mahasiswa dalam melawan dan memerangi narkoba di Sulbar sangatlah vital.
 
"Adik-adik harus jadi volunteer (Sukarelawan) melawan peredaran narkoba ini. Adik-adik adalah generasi masa depan daerah dan bangsa, sehingga harus melawan dan bahkan jadi relawan dalam memberantas narkoba masuk ke daerah kita," ucapnya.
 
Cara mahasiswa berperan, lanjut Ashari, tentu mampu memfungsikan lembaga-lembaga dan organisasi yang digeluti oleh masing-masing Mahasiswa.
 
"Yang ada di pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) atau organisasi eksternal lainnya, mahasiswa bisa berperan, bagaimana organisasi itu menjadi garda terdepan dalam melawan narkoba. Tentu melalui keterlibatan secara aktif dari adik-adik mahasiswa, karena peran ini sangat efektif, kita bisa bergerak di semua ruang organisasi," ujarnya.
 
Ashari juga meminta kepada peserta dialog agar melaporkan ke pihak terkait apabila ada oknum yang dicurigai melakukan peredaran narkoba. Termasuk melaporkan kepada pihak yang berwenang jika ada anggota keluarga yang mengonsumsi narkoba.
 
"Kalau ada yang adik-adik ketahui mengedar narkoba langsung laporkan. Kemudian, jika memang ada anggota keluarga yang sudah jadi pengonsumsi, maka bisa dilaporkan juga ke BNNP Sulbar, tidak akan ditangkap, justru akan direhabilitasi, dan itu akan dirawat secara gratis," kuncinya.

INFOSULBAR.COM, Mamuju —  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat memberikan piagam penghargaan kepada dua tokoh pemuda Sulbar, dalam acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (13/7/17) kemarin, yang digelar di ruang pola aula lantai IV Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
 
Hadir sejumlah unsur dalam acara itu, seperti TNI, Polri, Pemerintan Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengurus Bhayangkara Sulbar dan Bhayangkara Polres Mamuju. Selain itu, hadir juga beberapa ormas Islam, petani, pelajar, mahasiswa, media, OKP, LSM, Osis dan beberapa organisasi lainnya.
 
Siapakah kedua tokoh yang mendapat penghargaan itu?
 
Piagam penghargaan pertama diberikan kepada Ashari Rauf yang diwakili oleh Nurfadilah. Pemuda kelahiran Salubarana, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) 08 Desember 1988 itu adalah pentolan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju. Ia lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, pasangan Abd. Rauf (Alm) dan Satia Daeng Mageto.
 
Sejak masih kuliah, ia memang dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang aktif dalam dunia gerakan dan organisasi. Berbagai organisasi ia digeluti. Hingga memimpin beberapa organisasi kepemudaan (OKP) bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
 
Bahkan, diusianya yang masih 28 Tahun ini, Ashari yang kini tercatat sebagai salah satu penyiar radio ini telah masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Barat. Tak heran, jika ia pun banyak menghabiskan waktunya di mimbar-mimbar masjid untuk berceramah dan berdakwah.
 
Dalam membuktikan kontribusinya melawan dan memerangi Narkoba di Sulbar, Ashari, sejak masih mahasiswa memang sudah mengabdikan dirinya untuk berkomitmen menjauhi dan memerangi peredaran 'Barang Haram Itu'.
 
Juga, kerapkali Ia memanfaatkan waktunya untuk menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba bagi generasi, baik saat ia menjadi narasumber di berbagai kegiatan organisasi, maupun saat berceramah di masjid-masjid.
 
Selain itu, Ashari juga menjadi salah satu pemuda yang mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Narkoba di Sulbar, melalui Ormas Gemas Anti Muda-mudi Narkoba dan LSM Jari Manis yang sempat ia pimpin.
 
Dari kedua ormas itu, Ashari yang juga pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mamuju juga aktif melakukan diskusi dan seminar pencegahan narkoba di Sulbar.
 
Sementara, pemuda kedua yang mendapat penghargaan dari BNNP Sulbar adalah Andika Parman. Pria sapaan Andika ini lahir di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 13 September 1991.
 
Pemuda yang memiliki aktifitas padat di berbagai organisasi ini juga telah memberikan sumbangsih nyata dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Majene sejak tahun 2010 hingga sekarang.
 
Maraknya penyalahgunaan narkoba membuat pemuda yang bertempat tinggal di Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Majene ini bertekad untuk mendharma baktikan dirinya dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.
 
Kedua tokoh ini dianggap layak mendapatkan penghargaan di acara puncak HANI 2017. Keduanya pun mendapat apreasiasi dari Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Dedi Sutarya.
 
"Kami mengapresiasi atas upaya dan keinginan besar kedua tokoh pemuda ini. Saya berharap agar gerakan perang dan melawan penyalahgunaan narkoba di Sulbar tetap digalakkan," harap Dedi Sutarya kepada sejumlah wartawan.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi ikut menyayangkan atas tidak adanya pelaksanaan even tahunan pemilihan Keke Muane Keke Baine Manakarra Tahun ini
 
"Selaku Ketua DPRD Mamuju saya sayangkan kenapa tahun ini tidak dilaksanakan pemilihan Ikebana. Dimana kita ketahui selama 16 Tahun sejak 2001 selalu dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Mamuju," kata Suraidah usai menerima pengurus Ikatan Keke Muane Keke Baine (IKEBANA) Manakarra di ruang kerjanya, Senin (10/7/17).
 
Menurutnya, kegiatan tersebut harus dilaksanakan setiap tahun sebab menjadi wadah bagi generasi muda Mamuju dalam mengeksplor pengetahuan tentang banyak hal, utamanya persoalan budaya dan kepariwisataan.
 
"Ini adalah ajang anak muda sebagai generasi Mamuju. Mereka bereksperimen di acara itu, bagaimana bisa menjadi generasi yang berbudaya. Di ajang ini juga kan mereka ditempa isu nasional, isu sosial dan juga memperkenalkan kebudayaan Mamuju," jelasnya.
 
Suraidah mengaku baru mendapatkan informasi bahwa kegiatan tersebut tidak dilaksanakan tahun ini.
 
"Jujur saya baru tahu kalau itu tidak dialokasikan anggarannya. Harusnya ini diperhatikan. Saya langsung follow up ke Pak Bupati, dan Pak Bupati menyampaikan bahwa itu tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mamuju. Saya juga sudah telpon Ibu Kadis, alasannya tidak ada anggaran," katanya.
 
Olehnya Ketua DPC Partai Demokrat Mamuju ini harus tetap dilaksanakan. Ia pun berharap kepada IKEBANA untuk menemui Bupati Mamuju membicarakan lebih lanjut terkait hal itu.
 
Padahal, kalau dari awal ini diusulkan pasti bisa. Kita bisa bicarakan terlebih dahulu. Momentum ajang ini banyak ditunggu oleh para generasi, termasuk masyarakat Mamuju. Kan ada juga kegiatan seperti di Jakarta ada abang None, di Makassar ada Dara dan Daeng dan juga di semua Kabupaten di Sulbar itu ada," jelasnya.
 
"Saya juga sudah menyarankan Ikebana agar audience dengan Bupati Mamuju, mungkin ada kebijakan yang bisa ditempuh agar acara ini bisa dilaksanakan," sambung Suraidah.
 
Ia pun mendesak agar pemerintah daerah tetap berupaya agar ajang tersebut dapat dilaksanakan, meskipun waktu perayaan hari jadi Mamuju sudah sangat mepet.
 
"Harus diketahui, bahwa kegiatan itu kan bukan lomba gaya-gayaan. Tapi bagaimana para remaja ini mengenal kebudayaan, mereka bisa jadi duta budaya dan duta wisata Mamuju," tutupnya.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Gelaran Manakarra Local Wisdom resmi dibuka, Rabu (12/07) sore. Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari secara resmi membuka salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Mamuju ke-477 itu.
 
Kompleks rumah adat Mamuju yang jadi lokasi kegiatan, sore itu terlihat cukup ramai. Perwakilan OPD, anak usia sekolah, serta masyarakat pada umumnya, sore itu terlihat berkumpul, menghadiri ceremoni permbukaan Manakarra Local Wisdom.
 
"Kegiatan ini cukup positif. Ini upaya kami untuk melestarikan permainan tradisional khususnya yang ada di Mamuju. kita ingin melestarikan permainan tradisional daerah, karena semakin majunya teknologi banyak anak–anak yang lupa permainan itu bahkan tidak tahu sama sekali permainan tradisionalnya," sebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mamuju, Sahari Bulan.
 
Manakarra Local Wisdom, adalah even yang secara khusus digelar untuk memeriahkan hari jadi Mamuju. Di sana juga digelar beragam permainan tardisional yang sempat booming di era 90-an.
 
Selain menampilkan aneka permainan tradisional, di Manakarra Local Wisdom juga digelar kompetisi fotografi dan pameran foto. Tarung foto sendiri memperlombakan beragam karya fotografi untuk 3 kategori; hunting, instagram dan on the spot.
 
"Kegiatan ini selain bentuk promosi kita akan aneka permainan tradisional, juga adalah upaya nyata untuk mempertahankan kebudayaan kita di Mamuju ini. Diharapkan generasi muda kita tidak begitu saja melupakan kebudayaan kita sendiri. Kita berharap dengan even semacam ini kekayaan kearifan lokal di daerah kita akan senantiasa terjaga dan tetap menjadi kebanggaan kita bersama," jelas Irwan SP Pababari.
 
"Karenanya saya mengajak kita semua untuk tetap mencintai dan melestarikan segala kekayaan yang kita miliki, karena dengan rasa cinta dan bangga saya yakin akan muncul niat dan tindakan untuk senantiasa menjaga kearifan lokal yang ada di Daerah kita," sambungnya.
 
Selain perwakilan OPD dan anak usia sekolah, turut hadir pada ceremoni pembukaan sore itu Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, serta Kasdim 1418 Mamuju Andi Ismail.
 
Manakarra Local Wisdom sendiri rencananya bakal digelar selama 3 hari berturut-turut. Dibuka 12 Juli dan akan ditutup secara resmi pada 14 Juli 2017.

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Even tahunan pemilihan Keke Muane Keke Baine atau pemilihan putra putri Kabupaten Mamuju yang biasanya diselenggarakan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Mamuju nampaknya bakal tak terlaksana tahun ini.
 
Pasalnya, sesuai informasi yang diperoleh dari sjeumlah pihak, alokasi anggaran untuk ajang ini tak disiapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju.
 
Menindak lanjuti hal tersebut, pengurus Ikatan Keke Muane Keke Baine (IKEBANA) Manakarra, Senin (10/7/17) mendatangi kantor DPRD Mamuju. Mereka langsung melakukan audience di ruang kerja ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi.
 
"Hari ini kita datang menemui Ibu Ketua DPRD Mamuju untuk membicarakan mengenai tidak adanya kesiapan dana dari Dinas terkait," kata Ketua IKEBANA Manakarra, Andi Saiful Rauf.
 
Dalam kesempatan itu, pengurus IKEBANA meminta kepada Ketua DPRD Mamuju untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah kabupaten Mamuju, khususnya Dinas yang menangani even pemilihan putra putri ini.
 
"Kita juga sudah mendengar dari Ketua DPRD Mamuju bahwa sudah ada komunikasi dengan Bupati Mamuju dan Dinas terkait. Namun memang tidak ada kesiapan dana dari pemerintah," katanya.
 
Ketua DPRD, lanjut Saiful Rauf, meminta agar IKEBANA juga langsung melakukan komunikasi dengan Bupati Mamuju.
 
"Makanya kami juga heran, sebab ini even tahunan yang snagat bermanfaat bagi promosi budaya dan wisata, sekaligus mendidik generasi kita agar lebih famah budaya Mamuju. Tapi, sayang sekali sebab tidak ada alokasi anggaran yang dipostkan untuk itu," keluhnya.
 
Mantan Sekretarsi Umum PMII Cabang Mamuju pertama ini pun meminta agar Pemerintah Daerah mempertimbangkan hal ini.
 
"Sebab baru tahun ini tidak terselenggara. Tahun ini akan ada pemilihan putra putri tingkat Provinsi yang biasa disebut pemilihan Kakak Kandiq. Bagaimana kita bisa ikut kalau tidak ada even yang kita lakukan di tingkat Kabupaten," ujarnya.

More Articles ...