19
Thu, Oct
55 New Articles

Puncak HANI 2017, Kepala BNNP Sulbar Imbau Seluruh Komponen Perangi Narkoba

Daerah
Typography
INFOSULBAR.COM, Mamuju — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (13/7/2017), yang dipusatkan di aula lantai III Kantor Gubernur Sulbar Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
 
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur, TNI, Polri, Pemerintan Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengurus Bhayangkara Sulbar dan Bhayangkara Polres Mamuju.
 
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah unsur masyarakat dan beberapa ormas Islam, petani, pelajar, mahasiswa, media, OKP, Ormas, Osis dan beberapa organisasi lainnya.
 
Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Dedi Sutarya, saat membacakan pidato kepala BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki makna keprihatinan atas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia.
 
"Kegiatan ini, merupakan wujud keprihatinan kita atas kondisi darurat narkoba di Indonesia saat ini. Olehnya perlu sebuah gerakan sosialisasi terhadap masyarakan tentang bahaya dan dampak dari kejahatan narkotika ini," ujar perwira polisi berpangkat satu bintang itu.
 
"Kegiatan ini juga merupakan sebuah gerakan untuk menyadarkan ummat masnusia, sehingga dapat membangun solidaritas dalam rangka mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.
 
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga dalam rangka menggelorakan semangat seluruh komponen bangsa, utamanya para generasi muda untuk bersama-sama melawan kejahatan narkotika.
 
"Penyalahgunaan dan prekusor narkotika merupakan kejahatan yang luar biasa yang mengancam dunia karena dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy word untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Olenya itu kejahatan ini harus diberantas atau ditangani secara komperehensif dan menyeluruh, bersama seluruh kompone bangsa," jelasnya.
 
Dedi menambahkan, sebagai negara yang menjadi salah satu sasaran terbesar dalam peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika yang dikendalikan oleh jaringan nasional dan internasional, perlu ada langkah tegas dari semua komponen.
 
"Sehingga Indonesia harus mengambil langkah tegas untuk menghadapi peran moderen ini. Seluruh komponen harus berjibaku dan memerangi peredaran narkoba ini," harapnya.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS